Harga BBM Naik di Sultra
Sehari di Kendari saat Harga Pertamax Naik, Mahasiswa Demo, Ojol Pasrah, Antrean BBM RON 92 Sepi
Harga Pertamax yang mengalami penyesuaian banyak mendapat reaksi dari berbagai pihak, termasuk di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/satu-hari-di-Kota-Kendari-saat-harga-Pertamax-naik-mahasiswa-demo-spbu-sepi-ojol.jpg)
Berkurangnya antrean Pertamax ini juga dibenarkan Pengawas SPBU Tapak Kuda, Jahidin Tomok saat dikonfirmasi Tribunnewssultra.com.
Ia mengatakan berdasarkan pemantauan sementara sejak pukul 06.00 Wita hingga 16.00 Wita, jumlah kendaraan yang mengisi Pertamax berkurang dibandingkan hari biasa.
Menurutnya, pada pukul 16.00 Wita, biasanya kendaraan sudah cukup banyak karena masyarakat mulai pulang kerja, tetapi hari ini tidak terlalu ramai.
“Berkurangnya antrean ini setelah harga baru Pertamax yang berlaku sejak pukul 00.00 Wita, Rabu (10/6/2026). Harganya naik dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter,” ujarnya.
Meski demikian, Jahidin belum dapat memastikan seberapa besar dampak kenaikan harga terhadap jumlah konsumen Pertamax.
Evaluasi akan dilakukan setelah data penjualan terkumpul dalam 24 jam.
“Untuk mengetahui apakah penurunannya signifikan atau tidak, kami masih menunggu hasil pemantauan setelah 1x24 jam,” jelasnya.
3. Ojol di Kendari Pasrah
Jurnalis TribunnewsSultra.com memantau salah satu SPBU Kendari berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.
Sekira pukul 11.30 Wita, tampak mobil dan motor mengantre untuk pengisian BBM Pertalite.
Antrean kendaraan roda empat bahkan mengular hingga ke Jalan Kolonel H Abdul Hamid, Kecamatan Kadia.
Sementara antrean roda dua tidak begitu panjang namun jumlah sepeda motor mencapai belasan unit.
Meski Pertamax naik, beberapa pengendara motor dan mobil tampak tetap mengisi jenis bahan bakar tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh Hamzah, seorang driver ojek online (ojol) yang hendak mengantarkan pesanan.
"Kami sebagai ojol memang terasa berat, dari yang pertama Rp12 ribu sekian naik Rp4 ribu," katanya diwawancarai TribunnewsSultra.com.
Namun apa boleh buat, Hamzah sebagai pengguna BBM jenis Pertamax hanya bisa pasrah.