Berita Kendari
Harga Pupuk Non Subsidi di Kendari Sulawesi Tenggara Alami Kenaikan, Toko Tani Makin Sepi Pembeli
Harga pupuk non subsidi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Harga-Pupuk-Non-Subsidi-di-Kendari-Sulawesi-Tenggara-Alami-Kenaikan-Toko-Tani-Makin-Sepi-Pembeli.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Harga pupuk non subsidi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.
Pemilik Toko Tani Maju Kendari, Aksin Akitasan, mengatakan, kenaikan harga tersebut dipengaruhi sejumlah faktor.
Termasuk gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasok global.
Hal itu dia sampaikan saat ditemui di tokonya yang berlokasi di Jalan Malaka, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.
Menurut Aksin, dampak konflik di Timur Tengah mulai terasa setelah terganggunya jalur pelayaran internasional.
Baca juga: Pupuk Subsidi Bisa Diakses Warga Non Petani Selama Masa Kepemimpinan Gubernur Sultra ASR, Syaratnya
"Awal-awal sih belum, tapi setelah ditutup Selat Hormuz, di situ sangat berpengaruh," ujarnya.
Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan biaya di tingkat produsen, mulai dari bahan kemasan pupuk seperti karung dan plastik hingga ongkos distribusi.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut memicu fluktuasi harga berbagai komoditas, termasuk pupuk non subsidi.
"Selain stok di gudang dibatasi, barangnya memang juga mulai langka dari produsen," kata dia.
Aksin menyebutkan, toko miliknya menyediakan berbagai jenis pupuk non subsidi seperti urea, HCL, SP-36, dan NPK.
Baca juga: Petani Bantu Pemerintah Tekan Inflasi di Kendari Sulawesi Tenggara, Bakal Disiapkan Bibit dan Pupuk
Sebagian besar pasokan pupuk tersebut didatangkan dari Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Dalam tiga bulan terakhir, jumlah pembelian pupuk di tokonya tercatat menurun dibandingkan periode sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin diperparah oleh harga pupuk yang terus berubah hampir setiap pekan.
Bahkan selama Mei 2026, aktivitas pembelian di tokonya terbilang sepi.
"Kadang petani minggu ini datang bertanya harganya sekian, minggu depan naik lagi Rp50 ribu," jelasnya.
Baca juga: 65,1 Ton dari 270 Ton Pupuk Subsidi Sudah Disalurkan di Kendari Sulawesi Tenggara, Cara Tebusnya
Pupuk jenis NPK 16-16-16, misalnya, saat ini dijual dengan harga sekitar Rp900 ribuan per sak.
Harga tersebut naik dibandingkan sebelumnya yang masih berada pada kisaran Rp800 ribuan per sak.
Menurutnya, kenaikan harga pupuk ini membuat sebagian petani memilih menunda untuk membeli. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
| 73 Hektare Sawah di Kendari Gagal Panen Akibat Banjir, Petani Terima Bantuan Benih dan Pupuk |
|
|---|
| Karung Pupuk yang Dimuat Truk Berserakan di Jalan Latambaga Kolaka, Antrean Kendaraan Mengular |
|
|---|
| Sapi Milik Warga Wakumoro Muna Mati Gegara Makan Pupuk di Kebun Jagung, Pemdes Bakal Cari Solusi |
|
|---|
| Cara Penebusan dan Harga Pupuk Subsidi, Ada 84.625 Ton Disediakan Distanak Sultra Tahun 2024 |
|
|---|
| Petani Konsel Keluhkan Jalan Rusak dan Harga Pupuk Mahal ke Ganjar Pranowo Saat Kampanye di Kendari |
|
|---|