Kamis, 14 Mei 2026

Banjir di Sulawesi Tenggara

Tanggul Sepanjang 50 Meter dan Tinggi 3 Meter Bakal Dibangun Pemkot Kendari di Kawasan Kali Wanggu

Tanggul bakal dibangun di Kawasan Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tayang:
zoom-inlihat foto Tanggul Sepanjang 50 Meter dan Tinggi 3 Meter Bakal Dibangun Pemkot Kendari di Kawasan Kali Wanggu
TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti
WALI KOTA KENDARI - Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, saat meninjau Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (12/5/2026) malam. Siska mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bakal membangun tanggul di kawasan tersebut. (TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tanggul bakal dibangun di Kawasan Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan, pembangunan tanggul tersebut menjadi salah satu langkah penanganan banjir setelah pemerintah menetapkan status tanggap darurat bencana pada 11 Mei 2026.

Dia menjelaskan, tanggul di Kali Wanggu akan dibangun sepanjang 50 meter dengan tinggi mencapai 3 meter.

Selain pembangunan tanggul, pemerintah juga melakukan penanganan awal dengan membenahi dan menutup pintu-pintu air.

Pemkot Kendari juga melakukan penyedotan genangan air di sejumlah titik banjir.

Baca juga: Update Korban Terdampak Banjir di 7 Kecamatan se-Kendari per 11 Mei 2026: 5.445 Jiwa, 1.339 Rumah

“Kita sudah rapat koordinasi lintas sektor mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Kementerian PU dalam hal ini BPJN dan BWS, serta Forkopimda,” ujarnya, Selasa (12/5/2026) malam.

Siska menyebut, Kali Wanggu menjadi sumber banjir di sejumlah wilayah di ibu kota Provinsi Sultra ini, sehingga membutuhkan penanganan serius dan pengerjaannya akan segera dilakukan.

Sekira pukul 18.52 Wita, dia bersama Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, meninjau langsung kondisi Kali Wanggu di Jalan H Lamuse, Kelurahan Lepo-Lepo.

Keduanya didampingi jajaran Pemkot Kendari dan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV.

Berdasarkan hasil peninjauan, genangan air di kawasan tersebut mulai surut sekitar satu meter.

Baca juga: 7 Sekolah, 2.057 Jiwa dan 586 Rumah Terdampak Banjir 4 Kecamatan di Kolaka Sulawesi Tenggara

Meski begitu, permukiman warga masih terendam banjir dan sebagian besar rumah belum dapat ditempati kembali.

Siska juga mengunjungi warga terdampak banjir yang memilih mengungsi di tenda darurat yang didirikan secara mandiri di atas tanggul.

Terdapat sekitar tiga tenda yang ditempati warga terdampak banjir.

Menurutnya, warga sengaja mendirikan tenda di lokasi tersebut agar tetap dekat dengan rumah mereka yang masih tergenang air.

“Saya baru tahu ada beberapa kepala keluarga di situ. Kita sudah menambahkan beberapa perlengkapan seperti selimut, kelambu, dan family kit,” jelasnya.

Baca juga: Layanan Air Bersih Terhenti hingga Sore di Baruga Kendari, Mesin Pompa Air Dievakuasi saat Banjir

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved