OPINI
OPINI: UCLG ASPAC 2026 - Menguji Arah Paradiplomasi Kota Kendari
Opini ini ditulis Ardika Jendra Hidayah, mahasiswa aktif UIN Alauddin Makassar asal Kota Kendari Sulawesi Tenggara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Foto-arsip-penulis-Opini-Ardika-Jendra-Hidayah.jpg)
Di sisi lain, potensi yang ditawarkan oleh forum ini tetap signifikan. Akses terhadap jejaring kota-kota di Kawasan Asia-Pasifik memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan pariwisata berkelenajutan. Selain itu, forum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah, mulai dari karakter pesisir, kekayaan budaya, hingga pengembangan ekonomi lokal. Lebih jauh, terbuka pula kemungkinan kerjasama lanjutan yang bersifat teknis dan berdampak langsung terhadap pembangunan kota.
Sebagai sebuah refleksi, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi perhatian. Pertama, pentingnya merumuskan arah kerja sama internasional yang selaras dengan kebutuhan daerah, khususnya dalam sektor pariwisata berkelanjutan. Kedua, penguatan aspek kelembagaan agar kerja sama yang terbangun dapat dikelola secara berkelanjutan. Ketiga, integrasi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah agar setiap langkah memiliki arah yang jelas dan kesinambungan.
Pada akhirnya, UCLG ASPAC 2026 dapat dipahami sebagai titik awal bahkan lompatan nyata bagi Kota Kendari dalam membangun arah paradiplomasi yang lebih terstruktur. Momentum ini bukan hanya tentang bagaimana kota menyambut dunia, tetapi juga tentang bagaimana kota memanfaatkan keterhubungan global untuk memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ukuran keberhasilan dari forum ini tidak semata terletak pada penyelenggaraannya, melainkan pada sejauh mana hasilnya dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan dan perubahan nyata. Dalam hal ini, paradiplomasi tidak lagi dipahami sebagai simbol, tetapi sebagai instrumen strategis dalam mendorong Kota Kendari menuju kota yang semakin maju. (*)
(TribunnewsSultra.com)