Minggu, 17 Mei 2026

Berita Kendari

Meski Ada Permintaan Maaf, Kasus Ibu Bhayangkari dan Oknum TNI di Kendari Sultra Tetap Bergulir

Kasus dugaan perzinahan yang melibatkan ibu Bhayangkari inisial TR dan oknum TNI Pratu WI di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, memasuki babak baru.

Tayang:
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Meski Ada Permintaan Maaf, Kasus Ibu Bhayangkari dan Oknum TNI di Kendari Sultra Tetap Bergulir
Istimewa
KUASA HUKUM - AW melalui kuasa hukumnya, Dody, memberikan klarifikasi terkait narasi permintaan maaf yang sempat memicu spekulasi publik, Kamis (23/4/2026). Pihak AW yang merupakan suami sah TR sekaligus anggota aktif Brimob Polda Sultra, menegaskan tetap melanjutkan proses hukum meski sempat beredar video permintaan maaf. (Istimewa) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kasus dugaan perzinahan yang melibatkan ibu Bhayangkari berinisial TR dan oknum TNI Pratu WI di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), memasuki babak baru.

Pihak AW yang merupakan suami sah sekaligus anggota aktif Brimob Polda Sultra, menegaskan tetap melanjutkan proses hukum meski sempat beredar video permintaan maaf.

AW melalui kuasa hukumnya, Dody, memberikan klarifikasi terkait narasi permintaan maaf yang sempat memicu spekulasi publik. 

Dody menekankan bahwa pernyataan maaf tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap etika organisasi, bukan pengakuan kesalahan atas peristiwa yang terjadi.

Menurut Dody, kliennya merasa perlu meluruskan konteks permohonan maaf yang disampaikan sebelumnya. 

Hal ini berkaitan dengan posisinya sebagai anggota Polri aktif dan keterlibatan oknum dari institusi lain dalam peristiwa tersebut.

"Permintaan maaf itu kami garis bawahi ditujukan untuk institusi Brimob dan TNI. Sebagai anggota aktif, klien kami merasa bertanggung jawab atas beredarnya video yang menyeret nama besar dua institusi tersebut. Jadi, ini soal etika profesi, bukan permintaan maaf atas perbuatan saat penggerebekan," jelas Dody, Kamis (23/4/2026) malam.

Baca juga: Anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara Minta Maaf Usai Istri Digerebek Berduaan Oknum TNI di Kendari

Ia juga menepis anggapan bahwa peristiwa penggerebekan yang sempat viral di media sosial adalah rekayasa.

Dody menjamin penggerebekan tersebut benar-benar terjadi secara faktual di lapangan.

Meskipun ada upaya menjaga hubungan antara institusi melalui klarifikasi tersebut, ia memastikan bahwa perkara pidana terus bergulir.

Dody mengatakan AW telah melaporkan dugaan perzinahan ke Polda Sultra dan menyerahkan sejumlah alat bukti untuk memperkuat laporan tersebut.

"Proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. Kami telah menyerahkan bukti-bukti fakta kepada penyidik untuk mendalami dugaan perzinahan ini," jelasnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat keterlibatan anggota keluarga institusi keamanan, yang menuntut transparansi dan profesionalisme dalam penegakan hukum di wilayah Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Suami Gerebek Istri Berduaan Oknum TNI di Kamar Kos Anduonohu Kendari, Sembunyi di Balik Lemari

Sebelumnya diberitakan, video permintaan maaf dari anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi sorotan publik setelah kasus dugaan perselingkuhan istrinya mencuat ke media sosial.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved