Berita Kendari
Program MBG di Kendari Jangkau 57 Ribu Pelajar, Dikbud Sebut Belum Ada Informasi Perluasan ke Guru
Realisasi program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah mencapai 89,90 persen.
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Program-MBG-di-Kendari-Jangkau-57-Ribu-Pelajar-Dikbud-Sebut-Belum-Ada-Informasi-Perluasan-ke-Guru.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Realisasi program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah mencapai 89,90 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Saemina saat ditemui TribunnewsSultra.com di ruangannya, Selasa (13/1/2026).
Kantor Dinas Dikbud Kota Kendari terletak di Jalan Balai Kota III, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia.
Berjarak 850 meter dari Kantor Balai Kota Kendari di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga.
Saemina menyampaikan, total dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Lulo sebanyak 31 unit.
Dapur tersebut melayani 288 sekolah yang terdiri dari 121 Sekolah PAUD, 122 Sekolah Dasar (SD), dan 45 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 11 kecamatan.
Adapun jumlah pelajar penerima manfaat program MBG di Ibu Kota Sulawesi Tenggara ini mencapai 57.363 siswa.
Baca juga: Stok Ayam Potong di Pasar Kendari Berkurang, Dewan Bakal Telusuri Keterkaitan dengan Program MBG
"Dari jumlah peserta didik 63.806 siswa, berarti masih ada 6.443 siswa yang belum mendapatkan MBG," katanya.
Ditargetkan pendistribusian Makan Bergizi Gratis ke peserta didik mencapai 100 persen pada tahun ini.
Dalam pelaksanaan penyaluran program besutan Presiden Prabowo di Kendari, Saemina menyebut tak ada kendala berarti.
Meski terdapat komplain seperti menu yang dinilai tidak sesuai, tetapi pihak sekolah sudah menyampaikan ke SPPG.
"Kemarin ada beberapa komplain, ternyata dapur berinovasi pakai buah naga sebagai pewarna merah, tetapi ini tidak merusak nasinya masih bisa dikonsumsi," jelas dia.
Terkait MBG untuk guru dan tenaga kependidikan, Ketua PGRI Kendari ini belum memperoleh informasi.
"Belum ada informasi, nanti kan mereka langsung ke sekolah, nanti setelah mereka menyampaikan ke sekolah baru diberikan daftar jumlah guru sekian," ujarnya.
Baca juga: 4 Sekolah Kejuruan di Sulawesi Tenggara Jadi Pamasok Bahan MBG di Tahun 2026
Dikutip dari Tribunnews, program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diberikan kepada pelajar atau kelompok 3B (ibu hamil atau bumi, ibu menyusui atau busui, dan bayi lima tahun atau balita).
Namun juga dilakukan perluasan penerima MBG kepada guru dan tenaga kependidikan yang ada di lingkungan sekolah.
Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Perluasan Penerima MBG.
Penerima program di sekolah mencakup seluruh unsur tenaga kerja, mulai dari guru, pegawai tata usaha, hingga petugas kebersihan. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)