Berita Sulawesi Tenggara

4 Sekolah Kejuruan di Sulawesi Tenggara Jadi Pamasok Bahan MBG di Tahun 2026

Sebanyak empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi pemasok kebutuhan pangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2026

Penulis: Dewi Lestari | Editor: Amelda Devi Indriyani
TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari
DIKBUD SULTRA - Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara, Prof Aris Badara (kiri) saat menyampaikan program pendidikan yang sukses di tahun 2025 saat konferensi pers di Kantor Dikbud Sultra, Kota Kendari, Senin (5/1/2026). Ia juga menyebut ada 4 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sultra menjadi pemasok kebutuhan pangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2026. (Dok : Dewi Lestari) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi pemasok kebutuhan pangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2026.

Empat sekolah tersebut yakni SMK 7 Kendari di Jalan Diponegoro, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat.

SMKS Bahrul Ulum di Desa Marga Karya, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara.

SMK 5 Baubau di Kelurahan Gonda Baru, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau.

Serta SMK PP 5 Konawe di Kelurahan Lalosabila, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe.

Baca juga: Angka Konsumsi Ikan di Sultra Capai 43,38 Kilogram per Kapita, Gubernur ASR Dorong Budaya Makan Ikan

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof Aris Badara mengatakan tahun ini baru empat SMK terpilih menjadi pemasok bahan MBG.

Baik dari sektor agribisnis, perikanan, maupun tata boga.

“Ke depan kami ingin SMK di Sultra bisa menjadi pemasok hingga 70 persen kebutuhan pangan untuk program MBG," kata Aris Badara saat diwawancara awak media di Kendari, Senin (5/1/2026).

Prof Aris Badara menyampaikan kesiapan SMK menjadi pemasok komoditas didukung oleh status 25 SMK di Sultra yang telah masuk ke dalam Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 

Dengan status ini, sekolah memiliki kemandirian fiskal untuk memproduksi dan menjual hasil karyanya secara mandiri.

Baca juga: Aksi Unik Petugas SPPG Pakai Kostum Power Rangers Antar MBG di Kolaka Timur, Murid dan Guru Terhibur

"Melalui BLUD, SMK tidak lagi hanya bergantung pada APBD tetapi bisa memiliki usaha sendiri. Hal ini juga menjadi upaya kami meminimalisir pungutan di sekolah karena sekolah sudah mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri," ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran distribusi pasokan kebutuhan MBG, Dikbud Sultra tengah membangun website Satu Data MBG.

Website tersebut berfungsi untuk memetakan kebutuhan pangan sekolah, termasuk juga data kesehatan siswa yang bersifat mendesak.

"Kami sedang membangun datanya agar pihak pengelola MBG memiliki data detail, khususnya terkait anak-anak yang memiliki fobia makanan, intoleransi, hingga alergi. Informasi ini sangat penting agar asupan makanan yang diberikan tepat dan aman bagi siswa," jelasnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved