Minggu, 26 April 2026

Berita Kendari

Stok Ayam Potong di Pasar Kendari Berkurang, Dewan Bakal Telusuri Keterkaitan dengan Program MBG

Ketua Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kota Kendari, dr Jabal Al Jufri, menanggapi melonjaknya harga ayam potong

Tayang:
zoom-inlihat foto Stok Ayam Potong di Pasar Kendari Berkurang, Dewan Bakal Telusuri Keterkaitan dengan Program MBG
TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti
KETUA KOMISI II - Ketua Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kota Kendari, dr Jabal Al Jufri, menanggapi melonjaknya harga ayam potong yang mencapai Rp70 ribu per ekor. Ayam broiler dengan harga tersebut ditemukan di Pasar Korem, Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga Senin (12/1/2027). (TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ketua Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kota Kendari, dr Jabal Al Jufri, menanggapi melonjaknya harga ayam potong yang mencapai Rp70 ribu per ekor.

Ayam broiler dengan harga tersebut ditemukan di Pasar Korem, Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Ini bisa memicu inflasi ke depan,” kata dr Jabal saat diwawancarai TribunnewsSultra.com di Kantor Balai Kota Kendari, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, beberapa waktu lalu.

Terkait isu pembatasan stok ayam oleh distributor yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dr Jabal menilai hal tersebut tidak sesuai aturan.

Dia menegaskan, instruksi Presiden mengarahkan agar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengambil stok bahan pangan dari pedagang lokal bukan dari distributor besar.

Oleh karena itu, Komisi II DPRD Kendari akan melakukan penelusuran.

Jika ditemukan pelanggaran, pihaknya akan turun langsung bersama Dinas Perdagangan.

Baca juga: Respons Wali Kota Kendari Soal Curhat Pedagang Ayam Potong di Pasar Bilang Stok Dibatasi Karena MBG

“Sejauh ini belum ada laporan resmi terkait MBG yang masuk ke kami. Namun, pada Senin kemarin (5/1/2026) kami sudah rapat dengan Dinas Perdagangan,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, lanjut dr Jabal, Dinas Perdagangan menegaskan dapur SPPG wajib membeli bahan pangan dari pedagang-pedagang kecil.

Sebelumnya, harga ayam potong di Ibu Kota Provinsi Sultra melonjak hingga Rp70 ribu per ekor.

Kenaikan harga ini bukan disebabkan momen Natal dan Tahun Baru, melainkan karena pasokan ayam broiler ke pedagang pasar tradisional dibatasi.

Hal itu diungkapkan pedagang ayam di Pasar Korem Kendari yang akrab disapa Bapaknya Surya saat ditemui TribunnewsSultra.com, Selasa (16/12/2025).

Bahkan harga tersebut terpantau masih bertahan hingga Senin (12/1/2026).

“Bukan karena Natal ini naik harganya, sudah sekitar tiga bulan lalu, sejak bulan sembilan,” ujarnya.

Baca juga: Cerita Pedagang di Kendari Jual Ayam Rp70 Ribu, Sebut Penyebab Harga Naik, Minta Solusi Pemerintah

Dia menuturkan, pembatasan suplai ayam potong untuk pedagang kecil mulai terjadi sejak tiga bulan terakhir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved