STQH di Kendari Sulawesi Tenggara
Menteri Agama Puji Gedung Multimedia IAIN Kendari: Ibarat 'Gadis Cantik' Punya Potensi Masa Depan
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengunjungi kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penulis: La Ode Ahlun Wahid | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/MENTERI-AGAMA-KE-IAIN-Kendari-SULawesi-Tenggara.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Nasaruddin Umar, mengunjungi kampus Institut Agama Islam Negeri Kendari (IAIN) Sulawesi Tenggara (Sultra), di sela-sela kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional 2025.
Nasaruddin Umar mendatangi Kampus IAIN Kendari didampingi oleh sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sultra, Muhammad Saleh, Bupati Buton Tengah, Azhari, dan Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan.
Dalam kunjungannya, Menteri Agama melakukan serangkaian kegiatan, salah satunya peletakan batu pertama pembangunan musala dan peresmian gedung multimedia, Sabtu (11/10/2025).
Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar memuji kesuksesan pembangunan gedung multimedia, satu-satunya di IAIN seluruh Indonesia.
“Pertama, peletakan batu pertama pembangunan musala dan peresmian gedung multimedia, alhamdulillah pembangunannya bisa diselesaikan dengan baik,” ungkapnya Sabtu (11/10/2025).
Ia mengibaratkan Kendari ini seperti gadis cantik yang akan diperebutkan di masa depan sebab memiliki potensi wisata yang cantik, makanan daerahnya enak, dan buminya mengandung kekayaan sumber daya alam.
Baca juga: Menteri Agama Beber Alasan Presiden Prabowo Tak Hadiri Pembukaan STQH Nasional 2025 di Kota Kendari
Dalam kesempatan tersebut, dirinya melihat program studi di perguruan tinggi lain yang menjanjikan pengaturan (regulasi).
Harapannya, IAIN hadir berbeda dengan menjanjikan peluang.
Bukan hanya akan mendapatkan ijazah, tetapi memang kita yakin bahwa ini akan mempersiapkan sumber daya manusia yang andal.
Kata Nasaruddin, masyarakat Sulawesi tak perlu lagi menjadikan Jawa sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke Pulau Jawa.
Pasalnya, di Sultra pun khususnya di Kota Kendari, tersedia fasilitas pendidikan mempuni.
“Kalau kita berani berpikir beda, saya yakin justru kita nanti akan didatangi, diserbu oleh para pendatang. Makanya, di sini salah satu yang kita usulkan adalah Sekolah Garuda. Itu hanya lima tahun ini, dan ini lebih baik.”
“Saya kemarin meresmikan peletakan batu pertama di Pulungan, kemudian ada satu di sini, dan juga di Sumatra. Insyaallah, nanti akan disusul dengan Sekolah Rakyat. Ini nanti bisa menjadi kaderisasi bagi anak-anak kita. Kelanjutan dari itu bisa di sini atau bisa juga di luar negeri,” tambahnya.
Nasaruddin pun mengungkapkan berniat kembali lagi ke Kendari. Ia ingin berdiskusi dengan para dosen, mahasiswa terkait perencanaan UIN di Kendari.
“Nanti saya akan datang ke sini lagi pada kesempatan yang akan datang. Saya mohon, Pak Rektor, nanti kita bicara lebih lengkap. Kita akan berdiskusi dengan civitas academica, juga dari para mahasiswa dan para pengambil keputusan dekan-dekan fakultas, kira-kira arah perkembangan UIN Kendari nanti ke depan seperti apa,” jelasnya.
(TribunnewsSultra.com/ La Ode Ahlun Wahid)