Selasa, 2 Juni 2026

Berita Kendari

Mahasiswa Informatika UHO Kendari Kembangkan Smart Hidroponik Berbasis IoT untuk Budi Daya Sayuran

Smart Hidroponik diproyeksikan mampu mengatasi kendala geografis yang selama ini dihadapi masyarakat pesisir.

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Mahasiswa Informatika UHO Kendari Kembangkan Smart Hidroponik Berbasis IoT untuk Budi Daya Sayuran
Istimewa
MAHASISWA UHO - Tim Smart Bajo Mahasiswa Teknik Informatika UHO melalui program Youth In Action 2 (YIA) KPP Mining saat menggelar kegiatan edukatif terkait pemenuhan gizi di Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (31/5/2026). Ketua Tim Smart Bajo, Rizky, mengatakan sistem IoT memungkinkan proses penyiraman dan pemberian nutrisi dilakukan secara otomatis melalui sensor pintar. (Istimewa) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengembangkan Smart Hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) untuk budi daya sayuran di wilayah pesisir.

Inovasi pertanian vertikal otomatis tersebut dirancang sebagai solusi atas keterbatasan lahan yang gersang dan berpasir, sehingga masyarakat dapat menanam serta memperoleh sayuran segar secara mandiri dari pekarangan rumah.

Ketua Tim Smart Bajo, Rizky, mengatakan sistem IoT memungkinkan proses penyiraman dan pemberian nutrisi dilakukan secara otomatis melalui sensor pintar.

Dengan teknologi tersebut, warga dapat merawat tanaman lebih mudah meski tinggal di kawasan pesisir dan permukiman di atas perairan.

Menurutnya, Smart Hidroponik diproyeksikan mampu mengatasi kendala geografis yang selama ini dihadapi masyarakat binaan Tim Smart Bajo Mahasiswa Teknik Informatika UHO.

Baca juga: Penentuan Rektor UHO Kendari Lewat 2 Tahap Voting, Kemendikti Saintek Miliki Porsi Suara 35 Persen

Warga pesisir Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, memiliki akses melimpah terhadap sumber protein laut. 

Namun, kebutuhan gizi mikro yang berasal dari sayuran masih sulit dipenuhi karena harus didatangkan dari luar daerah dengan biaya relatif tinggi.

Sehingga, edukasi mengenai pola makan sehat tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat masih mengalami kesulitan memperoleh bahan pangan bergizi.

“Proyek Smart Hidroponik berbasis IoT hadir sebagai solusi untuk memastikan kebutuhan gizi mikro masyarakat desa dapat dipenuhi secara mandiri, terjangkau, dan berkelanjutan,” kata Rizky kepada TribunnewsSultra.com, Senin (1/6/2026).

Selain mengembangkan teknologi tersebut, Tim Smart Bajo melalui program Youth In Action 2 (YIA) KPP Mining juga menggelar kegiatan edukatif di Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Pendaftaran Seleksi Mandiri Mahasiswa Baru UHO Kendari Diperpanjang hingga 5 Juni 2026, Cara Daftar

Kegiatan tersebut melibatkan Komunitas Kawan Inspirasi Kendari dan HMPS Gizi Universitas Halu Oleo (UHO) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Suku Bajo mengenai pentingnya pemenuhan gizi mikro.

Pelaksanaannya menyasar anak-anak serta para ibu sebagai penentu pola konsumsi keluarga.

Salah satu materi yang diberikan berupa pemahaman mengenai konsep ‘Isi Piringku’ dan pemenuhan gizi seimbang dengan memanfaatkan potensi ikan lokal, sayuran, dan buah-buahan.

Anak-anak juga diajak mengenali perbedaan jajanan sehat dan kurang sehat melalui metode pembelajaran interaktif. 

Selain itu, mereka mendapat edukasi praktik cuci tangan menggunakan sabun guna menjaga kebersihan sehari-hari.

Baca juga: UKM Kewirausahaan UHO Kendari Gelar Seminar Nasional Hadirkan Influencer Farhan Jijima

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved