Berita Kendari
Daftar Nama 8 Guru Besar UHO Kendari Dikukuhkan, Target Profesor Capai 200 Orang Sebelum 2030
Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengukuhkan delapan guru besar, Senin (9/2/2026).
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Daftar-Nama-8-Guru-Besar-UHO-Kendari-Dikukuhkan-Target-Profesor-Capai-200-Orang-Sebelum-2030.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengukuhkan delapan guru besar, Senin (9/2/2026).
Kegiatan pengukuhan dilakukan oleh Pelaksana Tugas atau Plt Rektor UHO, Dr Herman.
Berlangsung di Auditorium Mokodompit UHO, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
Delapan profesor tersebut, yakni Prof Akhmad Marhadi dikukuhkan sebagai guru besar bidang Antropologi Maritim.
Prof Wali Aya Rumbia bidang Kebijakan Pembangunan, Prof Rachmawati Hasid bidang Agronomi, Prof Fransiscus Suramas Rembon bidang Pengelolaan Tanah dan Air.
Baca juga: 7 Relawan FK UHO Kendari Buka Posko Kesehatan di Aceh Tamiang, Layani 535 Warga, Pasang Filter Air
Prof Anas Nikoyan bidang Manajemen Pertanian Berkelanjutan Berbasis Masyarakat, Prof Lucas Kano Manggala bidang Rekayasa Konservasi Energi.
Prof Ahmad Syarif Sukri bidang Rekayasa dan Manajemen Pertanian Berkelanjutan Berbasis Masyarakat, serta Prof Sudarsono bidang Rekayasa Material dan Metalurgi.
Plt Rektor UHO, Dr Herman, mengatakan dengan pengukuhan tersebut, jumlah guru besar kini mencapai 172 orang yang tersebar di 14 fakultas dengan berbagai disiplin ilmu.
Adapun UHO menargetkan jumlah profesor sebanyak 200 hingga 250 orang sebelum 2030.
“Saat ini, persentase guru besar telah mencapai 11,4 persen dari total dosen, melampaui target minimal 10 persen yang dicanangkan,” kata Dr Herman.
Baca juga: Daftar Wisudawan Terbaik 14 Fakultas UHO Kendari Sulawesi Tenggara 2026, Wisuda Kini Berbasis Kuota
Menurutnya, capaian guru besar bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal tanggung jawab untuk memperkuat keilmuan, menjaga integritas, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, para guru besar diharapkan terus menghasilkan karya, khususnya dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta berperan aktif mendorong kemajuan UHO di bidang keilmuan masing-masing.
"Satu hal yang ingin saya titipkan, bahwa guru besar bukan sekadar gelar akademik atau pencapaian administratif hingga usia tertentu. Lebih dari itu, guru besar adalah wujud pengamalan ilmu sesuai bidang keilmuan masing-masing," jelasnya.
"Semakin besar kontribusi keilmuan yang diberikan, maka semakin bermakna pula raihan profesor tersebut," katanya.
UHO berada di Kampus Hijau Bumi Tridharma, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)
| Tiga Guru Besar UHO Kendari Ditunjuk Jadi Plt Perangkat Daerah di Pemprov Sulawesi Tenggara |
|
|---|
| Daftar 7 Guru Besar UHO Kendari Sulawesi Tenggara Resmi Dikukuhkan Rektor Prof Zamrun Firihu |
|
|---|
| Jaga Profesionalitas Lembaga, Guru Besar Unpad Tegaskan TNI/Polri Harus Netral di Pilpres 2024 |
|
|---|
| Total Guru Besar FMIPA UHO Kendari Bertambah, Dekan Upayakan Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi |
|
|---|
| Sosok Prof Nur Arfa Yanti, Guru Besar FMIPA UHO Kembangkan Plastik Ramah Lingkungan Limbah Cair Sagu |
|
|---|