Minggu, 26 April 2026

Berita Kendari

7 Relawan FK UHO Kendari Buka Posko Kesehatan di Aceh Tamiang, Layani 535 Warga, Pasang Filter Air

7 relawan dari Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melaksanakan aksi kemanusiaan di Aceh Tamiang

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Amelda Devi Indriyani
zoom-inlihat foto 7 Relawan FK UHO Kendari Buka Posko Kesehatan di Aceh Tamiang, Layani 535 Warga, Pasang Filter Air
Istimewa
AKSI KEMANUSIAAN DI ACEH - Sebanyak tujuh relawan dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melaksanakan aksi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh selama lima hari, 3-7 Februari 2026. Selama kegiatan, para relawan memberikan pemeriksaan kesehatan kepada 535 warga, menyalurkan sembako, susu, serta popok bagi keluarga kurang mampu. (Dok : Istimewa) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak tujuh relawan dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melaksanakan aksi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang selama lima hari, 3-7 Februari 2026.

Tujuh personel tersebut terdiri atas dua dokter spesialis jantung, satu spesialis forensik, satu dokter umum, satu perawat, serta dua mahasiswa. 

Mereka adalah dr Asmarani, dr Jamaluddin, dr Raja Al Fath Widya Iswara, dr Amiruddin Eso, Perawat Sri Susanty, Muh Syarief, serta Diva Ayudia.

Kampus UHO berada di Jalan HEA Mokodompit Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari.

Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan VCB Disaster Response Unit, Petualang Muslim Indonesia, Niqob Squad, serta Pemerintah Daerah Aceh Tamiang

Ketua tim, dr Asmarani mengatakan aksi kemanusiaan ini bertujuan meringankan beban kesehatan warga sekaligus meningkatkan akses sanitasi di lokasi terdampak.

Baca juga: Cerita Relawan CEC Bentuk Lembaga Lingkungan dan Ajarkan Bahasa Inggris Gratis di Desa Ghonsume Muna

Selama kegiatan, para relawan memberikan pemeriksaan kesehatan kepada 535 warga, menyalurkan sembako, susu, serta popok bagi keluarga kurang mampu.

Kemudian, memasang filter air minum bersih untuk memperbaiki kualitas sanitasi lingkungan.

Data awal yang dihimpun menunjukkan sebagian besar keluhan warga meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, reumatik, penyakit kulit, gangguan pencernaan, serta masalah mata.

“Kegiatan ini tidak hanya memberi layanan kesehatan langsung, tetapi juga memperkuat jejaring antar lembaga untuk respons kesehatan publik di masa mendatang,” kata dr Asmarani, Jumat (6/2/2026).

Ia menyampaikan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat kesehatan dalam jangka pendek.

Baca juga: Cara Evakuasi Korban Tenggelam Disimulasikan di Pantai Nambo Kendari, Latih Relawan Tanggap Bencana

Namun, juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta memanfaatkan fasilitas layanan medis setempat.

“Kami juga berencana melakukan evaluasi pascakegiatan dan menyiapkan rujukan bagi pasien yang memerlukan penanganan lanjutan,” jelasnya.

Diketahui, banjir melanda Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada akhir November 2025. 

Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai di beberapa kecamatan meluap dan merendam permukiman warga.

Banjir ini berdampak pada ribuan warga, bahkan memaksa masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

Selain merendam rumah, bencana tersebut juga mengganggu akses jalan dan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah terdampak.(*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved