Berita Kendari
Dosen FPIK UHO Kendari Raih Silver Winner Kemdiktisaintek, Olah Cangkang Pokea Jadi Papan Partikel
Dosen FPIK Universitas Halu Oleo Kendari, Kobajashi Togo Isamu, meraih penghargaan Silver Winner dari Kemdiktisaintek atas inovasi olah cangkang pokea
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Dosen-FPIK-UHO-Kendari-Raih-Silver-Winner-Kemdiktisaintek-Olah-Cangkang-Pokea-Jadi-Papan-Partikel.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kobajashi Togo Isamu, meraih penghargaan Silver Winner dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Pengajar Program Studi Teknologi Hasil Perikanan tersebut memperoleh penghargaan dalam kategori Hiliriset Award, subkategori Paten atau Paten Sederhana yang Sudah Digunakan Masyarakat.
Apresiasi itu diberikan atas inovasinya dalam mengolah limbah cangkang kerang lokal pokea atau kalandue menjadi produk papan partikel bernilai guna.
Penghargaan diserahkan dalam ajang Anugerah Diktisaintek 2025 yang berlangsung di Graha Diktisaintek, Gedung D Lantai 2, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Kobajashi mengatakan, inovasi tersebut telah memperoleh paten sederhana dengan status granted atau tersertifikasi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM.
Inovasi ini lahir dari persoalan limbah cangkang pokea dan serbuk gergaji kayu yang belum tertangani dengan baik.
“Kami mencoba mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Kobajashi kepada TribunnewsSultra.com, Sabtu (20/12/2025).
Baca juga: Jangan Anggap Remeh Nyeri Punggung Bisa Bikin Lumpuh, Dosen UHO Kendari Bagi Tips Cara Mengatasinya
Ia menyampaikan penerapan teknologi papan partikel berbasis limbah mulai dilakukan sejak 2021 di Desa Puuwanggudu, Kabupaten Konawe Utara (Konut).
Desa ini berjarak 120 kilometer atau 2 jam 34 menit dari kampus UHO Kendari di Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu.
Pihaknya memberikan sosialisasi serta pelatihan langsung kepada warga terkait proses pembuatan produk tersebut.
“Produk ini dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti papan kayu, seperti untuk meubel, ornamen, maupun kebutuhan lainnya,” tuturnya.
Menurutnya, dampak paling terasa dari inovasi ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah.
Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pengolahan limbah tersebut juga membuka peluang ekonomi baru.
“Secara sosial, masyarakat menjadi lebih terampil dalam memanfaatkan limbah. Dari sisi ekonomi, kami berharap produk ini dapat menambah pendapatan warga karena memiliki nilai jual,” ujarnya.
Baca juga: Masyarakat Kolaka Olah Concrete Block dan Batako Dari Limbah Slag Nikel, Dibina Dosen UHO dan USN
Kobajashi mengaku bersyukur dapat mewakili Universitas Halu Oleo dalam ajang penghargaan nasional tersebut.
| Peluang Usaha Baru, Inaplast Ajari IRT Pesisir Petoaha Kendari Olah Limbah Gabus Jadi Bantal |
|
|---|
| Jangan Anggap Remeh Nyeri Punggung Bisa Bikin Lumpuh, Dosen UHO Kendari Bagi Tips Cara Mengatasinya |
|
|---|
| Masyarakat Kolaka Olah Concrete Block dan Batako Dari Limbah Slag Nikel, Dibina Dosen UHO dan USN |
|
|---|
| Mahasiswa Farmasi UHO Kendari Sulap Limbah Tongkol Jagung Pulut Jadi Bahan Baku Obat |
|
|---|