Jumat, 22 Mei 2026

Berita Baubau

Menteri Agama Nasaruddin Umar Diberi Gelar Mia Ogena Yi Sarana Agama di Baubau Sulawesi Tenggara

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar dianugerahi gelar kehormatan adat Mia Ogena Yi Sarana Agama saat kunjungan kerja ke Kota Baubau

Tayang:
zoom-inlihat foto Menteri Agama Nasaruddin Umar Diberi Gelar Mia Ogena Yi Sarana Agama di Baubau Sulawesi Tenggara
TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan
MENTERI AGAMA - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar (tengah) saat berfoto bersama didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (kanan) dan Sultan Buton, La Ode Kariu (kiri) usai penganugerahan gelar kehormatan adat Kesultanan Buton, di Baruga Keraton Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (8/1/2026). Nasaruddin Umar dianugerahi gelar Mia Ogena Yi Sarana Agama. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar dianugerahi gelar kehormatan adat Mia Ogena Yi Sarana Agama saat kunjungan kerja ke Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (8/1/2026).

Penganugerahan berlangsung di Baruga Benteng Keraton Buton, Kelurahan Melai, Kecamatan Murhum.

Baruga benteng tersebut berjarak 2,4 kilometer dari Kantor Wali Kota Baubau di Jalan Raya Palagimata, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari.

Dapat ditempuh menggunakan motor ataupun mobil sekira 7 menit.

Penganugerahan tampak dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka dan Sultan Buton, La Ode Kariu.

Kemudian Wali Kota Yusran Fahim, Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu, serta Bupati Buton Selatan Muhammad Adios.

Gelar diberikan oleh perangkat adat Kesultanan Buton, yakni Mia Ogena Yi Sarana Agama.

Baca juga: Mengenal Pekangkilo, Cara Warga Kelurahan Bone-Bone Kota Baubau Jaga Kebersihan

Mia Ogena bermakna orang besar atau secara harfiah seseorang pembesar.

Yi Sarana Agama bermakna di dalam pemerintahan bidang keagamaan.

Sehingga “Mia Ogena Yi Sarana Agama” bermakna pembesar negeri yang menggapai atau memimpin urusan pemerintahan bidang keagamaan.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka mengatakan secara pribadi mengagumi sosok Nasaruddin Umar.

“Perlu saya sampaikan beliau adalah sosok yang saya teladani secara pribadi, karena sejak saya berdinas saya mengikuti prosesnya beliau,” ungkapnya, Kamis (8/1/2026).

Kata dia, gelar yang diberikan sangat pantas, sebab Nasaruddin memang panutan yang dikenal.

Ia menjelaskan tradisi kesultanan buton dalam pemberian gelar memiliki makna mendalam.

Baca juga: Penyuluh Agama Dibekali Literasi Kecerdasan Artifisial, Kolaborasi AI Ready ASEAN-MAFINDO Kendari

“Selain itu gelar kehormatan adat yang disematkan sebagai lambang hubungan harmonis antara nilai keagamaan dan keutamaan yang kita junjung,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved