Jumat, 22 Mei 2026

Berita Baubau

Mengenal Pekangkilo, Cara Warga Kelurahan Bone-Bone Kota Baubau Jaga Kebersihan

Kelurahan Bone-Bone Kecamatan Batupoaro tampak bersih di tengah keluhan warga soal sampah menumpuk di sejumlah titik KotaBaubau Sulawesi Tenggara

Tayang:
zoom-inlihat foto Mengenal Pekangkilo, Cara Warga Kelurahan Bone-Bone Kota Baubau Jaga Kebersihan
TribunnewssulSultra.com/Harni Sumatan
AKSI BERSIH-BERSIH - Suasana pembersihan yang dilakukan masyarakat dalam program pekangkilo, mengumpulkan sampah di Jalan Erlangga, Kelurahan Bone-Bone, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (8/1/2026). Pekangkilo menjadi cara warga menjaga kebersihan lingkungan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,BAUBAU - Kelurahan Bone-Bone Kecamatan Batupoaro tampak bersih di tengah keluhan warga soal sampah berserakan di sejumlah titik Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kelurahan Bone-Bone tetap bersih gegara program pekangkilo.

Pantauan TribunnewsSultra.com, Kamis (8/1/2026), kelurahan ini bersih tanpa adanya sampah di depan rumah warga.

Program pekangkilo memicu gerakan bersih-bersih, warga secara mandiri mengatur sampah dan meletakannya pada satu tempat.

Itu tidak terjadi pada momen ini saja, namun jauh sebelumnya program sudah berjalan, secara tidak langsung membangun keakraban antar tetangga.

Terlihat pekangkilo dilakukan pagi hari, mereka bahkan rela patungan untuk membeli karung serta masker sebagai peralatan memungut sampah berserakan.

Pula secara suka rela membawa camilan dari rumah untuk dimakan bersama.

Baca juga: Sampah Menumpuk Berhari-hari di Baubau Sulawesi Tenggara, Petugas Sebut Gegara Dana BBM Terlambat

Lurah Bone-Bone, Ramadhan mengatakan fenomena sampah menumpuk bukan disengaja, namun terdapat kendala teknis.

"Sebagai pemerintah kelurahan kami hanya memastikan tidak menambah parah, dengan memberi informasi yang positif," ujarnya saat diwawancarai, Kamis (8/1/2026).

Kata dia, dengan instrumen inovasi pekangkilo atau inovasi pemilihan sampah dari rumah di kelurahan, membuat masyarakat secara sadar tidak membiarkan sampah berserakan begitu saja.

"Sehingga petugas tidak lagi mengambil sampah yang berserakan, namun mengambil sampah yang sudah ditumpuk pada beberapa titik," jelasnya.

Terlihat sampah yang terkumpul juga ada yang telah dikemas dalam karung agar memudahkan pengangkutan.

Lurah Bone-Bone mengungkapkan kurang lebih 6 ribuan penduduk di lingkungannya sudah sangat cukup untuk menjaga wilayah agar tetap bersih, sebab sampah sudah dipilih dari rumah masing-masing.

"Kami dari inovasi pekangkilo mau mengedukasi kalau sampahnya itu diurus masing-masing, artinya tidak menyusahkan tetangga dan tidak mengotori lahan di Kelurahan Bone-Bone," ujarnya.

Baca juga: Potret Tempat Penampungan Sampah Sementara di Kota Kendari Sultra, Penuh hingga Meluber ke Jalan

Ia menjelaskan, Bone-Bone dalam pembersihan terdapat tiga zona yakni Zona A di Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Wa Ode Wau, Zona B di Jalan Protokol Betoambari dan Jalan Erlangga, serta Zona C di Jalan Wawokia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved