Sabtu, 9 Mei 2026

PT Vale Indonesia

PT Vale Hadirkan Layanan KIA di Pomalaa Kolaka, Deteksi Dini Kehamilan Berisiko, Cegah Stunting

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) IGP Pomalaa menghadirkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Tayang:
Penulis: Content Writer | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto PT Vale Hadirkan Layanan KIA di Pomalaa Kolaka, Deteksi Dini Kehamilan Berisiko, Cegah Stunting
Instagram Inside Pomalaa
LAYANAN KIA - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) IGP Pomalaa menghadirkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas Pomalaa, Jalan Poros Kolaka-Pomalaa, Kelurahan Dawi-Dawi, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (6/5/2026). Dokter Spesialis Obgyn, dr H Marwan Abbas, mengatakan Layanan KIA untuk mendeteksi secara dini kehamilan berisiko serta menangani berbagai gangguan kesehatan ibu dan bayi. (Instagram Inside Pomalaa) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) IGP Pomalaa menghadirkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan tersebut tepatnya berlangsung di Puskesmas Pomalaa, Jalan Poros Kolaka-Pomalaa, Kelurahan Dawi-Dawi, Rabu (6/5/2026).

Layanan KIA berfokus pada pemeriksaan, pemeliharaan, dan peningkatan kesehatan ibu (hamil, bersalin, nifas), serta anak (bayi, balita, prasekolah).

PT Vale melalui Program Sosial Lingkungan ingin memastikan setiap ibu mendapatkan kehamilan yang aman dan persalinan yang sehat.

Kegiatan pemeriksaan rutin dan pendampingan tenaga kesehatan ini sejalan dengan Program Pemerintah Daerah, yakni Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya.

Baca juga: PT Vale IGP Bantu Korban Puting Beliung dan Banjir di Pomalaa Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara

Dokter Spesialis Obgyn, dr H Marwan Abbas, mengatakan Layanan KIA untuk mendeteksi secara dini kehamilan berisiko serta menangani berbagai gangguan kesehatan ibu dan bayi.

"Untuk kehamilan yang berisiko tinggi, banyak yang harus dideteksi supaya jangan terjadi komplikasi selama hamil dan persalinan nanti," ujarnya dikutip dari Instagram Inside Pomalaa, Jumat (8/5/2026).

dr Marwan mengatakan dengan pemeriksaan ini dapat mendeteksi perkembangan janinnya, sehingga bisa mencegah stunting dari sejak awal kehamilan.

"Kalau perkembangan janinnya lambat akan lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Kalau bayi lahir BBLR, itu nanti pasti akan jadi stunting lagi," jelasnya.

"Kalau kita deteksi pertumbuhan janis terhambat, bisa kita masukkan di situ program pemberikan makanan tambahan, pencegahan anemia," katanya menambahkan.

Baca juga: PT Vale Tampilkan Beras Organik dan Produk UMKM saat Pameran HUT ke-62 Sulawesi Tenggara di Kendari

dr Marwan berharap kegiatan tersebut bisa terus dilakukan dan cakupannya diperluas, supaya pelayanan kesehatan maternal dan neonatal bisa berlanjut secaran berkelanjutan.

"Semoga tujuannya tercapai, tujuan utamanya kan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Itu tujuan utamanya semua," ujarnya. (*/adv)

(TribunnewsSultra.com/Content Writer)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved