PT Vale Jual Perdana Bijih Nikel, IGP Pomalaa Kolaka Masuk Fase Operasional
PT Vale Indonesia Tbk mencatat penjualan perdana bijih nikel dari IGP Pomalaa di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara, Minggu (1/3/2026).
Penulis: Content Writer | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/PT-Vale-Jual-Perdana-Bijih-Nikel-IGP-Pomalaa-Kolaka-Resmi-Masuk-Fase-Operasional.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KOLAKA - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mencatat penjualan perdana bijih nikel dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (1/3/2026).
IGP Pomalaa dapat ditempuh jalur darat naik motor atau mobil dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.
Jaraknya sekira 177 kilometer atau 5-6 jam waktu tempuh perjalanan.
Direktur dan Chief Project Officer PT Vale Indonesia Tbk Muhammad Asril mengatakan lebih dari sekadar milestone operasional, penjualan perdana ini merupakan langkah strategis dalam proses project de-risking, validasi kesiapan sistem produksi, serta penguatan fundamental pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Dengan nilai investasi terintegrasi sekitar Rp74,44 triliun (US$4,43 miliar), IGP Pomalaa merupakan salah satu proyek strategis yang memperkuat fondasi industri nikel nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Baca juga: Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Industri, PT Vale Bagi Tips K3 di USN Kolaka Sulawesi Tenggara
Capaian ini menandai fase penting dalam transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating phase).
"Sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TribunnewsSultra.com, Senin (2/3/2026).
Penjualan perdana ini dimungkinkan melalui aktivasi area oresale di Pit PB5 dan Pit PB1, yang dirancang untuk mengoptimalkan arus material dan menjaga stabilitas produksi.
Kedua pit tersebut memiliki kapasitas penampungan hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit.
Memberikan fleksibilitas inventori yang signifikan serta menjamin keberlanjutan suplai menuju fasilitas pengolahan di Pomalaa.
Baca juga: Kampanye Lingkungan di Tanggetada Kolaka, PT Vale IGP Pomalaa Ajak Warga Ubah Sampah Jadi Peluang
Aktivasi kapasitas stockpile skala besar ini memperkuat stabilitas pasokan bahan baku, ketahanan logistik di tengah volatilitas pasar komoditas, dan kesiapan menuju fase produksi penuh.
Dengan kapasitas penyimpanan 4 Mwmt dan target produksi bulanan, proyek ini memiliki inventory buffer yang memadai untuk menjaga konsistensi suplai sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional.
Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan produksi sekitar 300.000 ton limonit per bulan atau sekitar 9.600 ton per hari.
Strategi peningkatan produksi dilakukan secara bertahap guna memastikan keberlanjutan operasional dan optimalisasi kapasitas.(*)
(TribunnewsSultra.com/Content Writer)