Program Gubernur Sultra 2025
Tak Lagi Layak Huni, Asrama Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Makassar Dibangun Ulang Andi Sumangerukka
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) akan membangun ulang Asrama Mahasiswa Sultra di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Amelda Devi Indriyani
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) akan membangun ulang Asrama Mahasiswa Sultra di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pembangunan ini merupakan bentuk kepedulian Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, di bidang pendidikan.
Ia berkomitmen memberikan akses pendidikan yang layak dan nyaman bagi masyarakat Sultra, termasuk mahasiswa yang menempuh studi di luar daerah.
Komitmen tersebut juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sultra 2025–2029.
Dalam dokumen itu, Andi Sumagerukka menegaskan fokus pembangunan lima tahun ke depan diarahkan pada empat sektor utama, yakni infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
Asrama yang berlokasi di Jalan Bonto Mene, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini itu diketahui telah berusia sekitar 50 tahun dan kondisinya dinilai sudah tidak layak huni.
Kepala Dinas Cipta Karya Sultra, Martin Effendi Patulak, menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan penilaian serta pembongkaran bangunan lama.
Baca juga: Pasien Kanker di Sulawesi Tenggara Tak Perlu ke Luar Daerah, Gubernur ASR Bangun Gedung Radioterapi
Proses awal juga mencakup penimbunan lahan setinggi sekitar satu meter agar sejajar dengan badan jalan.
“Sekarang kita masih masuk tahap perencanaan. Kalau perencanaan sudah selesai, kita langsung masuk ke tahap fisik atau pembangunan,” kata Martin, Jumat (29/8/2025).
Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sultra itu menyampaikan, rancangan pembangunan asrama baru masih menunggu finalisasi, termasuk terkait jumlah lantai dan besaran anggaran.
Jika disetujui Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dibangun tiga lantai, maka kebutuhan anggaran ditaksir mencapai Rp18 hingga Rp20 miliar.
“Rp18 miliar untuk fisik bangunan, dan Rp2 miliar untuk isinya. Karena kita butuh tempat tidur, meja, kursi, lemari, dan sebagainya. Anggarannya sudah direalisasikan di APBD Perubahan. Bangunannya akan kita ganti total,” ujarnya.
Desain asrama baru juga menyesuaikan kebutuhan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Lantai pertama akan difungsikan sebagai guest house bagi mahasiswa S2 dan S3, sedangkan lantai dua dan tiga diperuntukkan bagi mahasiswa S1.
“Kita sesuaikan dengan kebutuhan. Mahasiswa S2 dan S3 bisa manfaatkan guest house di bawah, sementara mahasiswa S1 tetap di asrama atas,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)