Tribun UMKM
Kisah Idha Ariestha Perajin Anyaman Bambu-Rotan di Kendari Jangkau Pasar Singapura dan Malaysia
Ketekunan dan kecintaan terhadap seni mengantarkan Idha Ariestha menjadi salah satu perajin anyaman unggulan di Kota Kendari.
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Kisah-Idha-Ariestha-Perajin-Anyaman-Bambu-Rotan-di-Kendari-Jangkau-Pasar-Singapura-dan-Malaysia.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ketekunan dan kecintaan terhadap seni mengantarkan Idha Ariestha menjadi salah satu perajin anyaman unggulan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Berawal mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari pada tahun 2017 silam.
Kini hasil karyanya tak hanya digemari di ibu kota provinsi, tapi juga menembus pasar mancanegara seperti Singapura dan Malaysia.
Produk anyaman dibuat oleh Idha berasal dari bahan alami seperti rotan, bambu, dan daun pandan.
Bahan-bahan tersebut disulap menjadi beragam kerajinan tangan mulai dari tas, dompet, sandal, keranjang hampers, hingga dekorasi rumah.
Baca juga: 2 Teknik Menenun Diajarkan ke 40 Perajin Tenun di Kendari Sulawesi Tenggara, Keterampilan Buat Motif
“Dalam sehari saya bisa menghasilkan hingga 10 keranjang hampers dan dua tas bermotif khusus, tergantung tingkat kesulitan model anyamannya," katanya.
"Semakin rumit, tentu semakin sedikit jumlah yang bisa diselesaikan,” ujar Idha kepada TribunnewsSultra.com.
Seluruh produk kerajinan itu diproduksi di Rumah Industri Kreatif Ariestha yang berlokasi di Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
Di tempat inilah Idha tak hanya memproduksi aneka kerajinan, tetapi juga turut memberdayakan masyarakat sekitar.
Setidaknya sembilan ibu rumah tangga setempat turut dilibatkan dalam proses produksi, terutama saat permintaan membludak.
Baca juga: Cara Mudah Pasarkan Produk UMKM di Cenderaloka, Platform Jual Beli Digital Langsung dari Perajin
Keberadaan rumah industri tersebut tidak hanya menjadi ladang ekonomi kreatif, tapi juga pusat peningkatan keterampilan masyarakat.
“Proses menganyam itu sebenarnya tidak terlalu sulit asal dikerjakan dengan sabar dan konsisten,” ucapnya.
Kemahirannya menganyam bahkan telah membawanya menjadi instruktur di berbagai pelatihan kerajinan rotan di sejumlah daerah di Sultra.
Produk-produk anyamannya pun kerap diikutsertakan dalam berbagai pameran berskala lokal maupun nasional.
Adapun harga produk bervariasi, mulai dari Rp25 ribu untuk item kecil hingga lebih dari Rp1 juta untuk produk premium.
Baca juga: Mengenal Cenderaloka, Platform Jual Beli Digital Produk Kerajinan dan UMKM Langsung Perajin Lokal
Idha Ariestha
perajin anyaman bambu
anyaman rotan
Kendari
Sulawesi Tenggara
Kendari
Sulawesi Tenggara
loker Kendari
lowongan kerja
| Cerita Wa Ode Wulandari Gadis Asal Buton Selatan Kenakan Kostum 10 Kilogram di Sultra Tenun Karnaval |
|
|---|
| Megahnya Aneka Karya Kostum yang Tampil di Sultra Tenun Karnaval, Tonjolkan Budaya Sulawesi Tenggara |
|
|---|
| Cerita Jaka Suharno Teruskan Usaha Kerajinan Anyaman Daun Pandan Milik Neneknya di Wakatobi Sultra |
|
|---|
| Menturu Dari Dekranasda Wakatobi Jadi Wadah Produk UMKM Lokal, Ada Dompet, Anyaman, Sarung Tenun |
|
|---|
| Proses Pembuatan Kerajinan Anyaman Sorume di Konawe Sulawesi Tenggara |
|
|---|