Gubernur dan Wagub Sulawesi Tenggara
Gubernur Sulawesi Tenggara Tegaskan SPMB 2025 Bebas Diskriminasi, Tanpa Titipan dan Transaksi
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka sebut Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Sultra bebas diskriminasi
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Gubernur-Sulawesi-Tenggara-Andi-Sumangerukka-saat-diwawancara-di-Kantor-Gubernur-Sultra-SPMB.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Sultra bebas diskriminasi.
Menurutnya, seluruh tahapan penerimaan siswa baru harus berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap proses tersebut.
“Saya, Gubernur Sulawesi Tenggara, berkomitmen untuk senantiasa konsisten dalam pembinaan dan pengawasan terhadap proses SPMB," ucap gubernur, di Kendari, Kamis (19/6/2025).
"Pelaksanaannya harus transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi,” tegas Andi Sumangerukka.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof Aris Badara, mengatakan pihaknya memastikan tidak ada lagi ruang untuk praktik transaksional dalam proses penerimaan murid tahun ini.
Karena jalur masuk yang dibuka beragam, seperti jalur domisili, prestasi, afirmasi, hingga mutasi.
Baca juga: Daftar Kuota Siswa Baru pada SPMB 2025 Jenjang SMA dan SMK di Kota Kendari Sulawesi Tenggara
Selain itu, sistem pendaftaran online yang digunakan saat ini, mampu meminimalkan potensi kecurangan, termasuk praktik titip-menitip yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat.
“Karena pendaftaran dipantau sistem, tidak ada lagi celah untuk titipan. Bahkan oknum-oknum sekalipun saya kira sudah tidak memiliki peluang,” kata Prof Aris Badara, Kamis (19/6/2025).
Prof Aris menyebut Gubernur Andi Sumangerukka juga sangat memberi perhatian kepada kelompok masyarakat yang selama ini kurang mendapatkan akses pendidikan.
Seperti penyandang disabilitas dan siswa dari keluarga ekonomi rendah.
“Pak Gubernur menegaskan sarana pendidikan yang dibangun harus ramah bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi,” tuturnya.
Saat ini, kata Prof Aris, pemerintah juga menyiapkan berbagai bantuan pendidikan untuk meringankan beban siswa kurang mampu.
Baca juga: Syarat Calon Murid Daftar SD dan SMP di Kendari Sulawesi Tenggara, Batas Usia, Jalur dan Jadwalnya
Di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP), beasiswa miskin, hingga skema khusus beasiswa dari Pemerintah Provinsi.
“Sekarang sekolah terbaik bukan milik sekelompok orang. Semua masyarakat harus punya akses, termasuk mereka yang sebelumnya merasa tidak mampu secara ekonomi,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)