Liga Inggris
Petinggi Manchester United Omar Berrada Ungkap Perubahan Strategi Transfer era Ruben Amorim
Manchester United sedang tampil kurang impresif di musim ini, salah satu masalahnya yakni pemain yang direkrut tak sesaui ekspektasi klub.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Petinggi-Manchester-United-Omar-Berrada-news.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Manchester United sedang tampil kurang impresif di musim ini, terbukti di Liga Inggris 2024-2025 mereka terseok-seok.
Petinggi Manchester United, Omar Berrada, dengan tegas menyatakan klub tak akan mengulangi kesalahan masa lalu.
Merekrut pemain hanya memuaskan sang manajer, bukan kepentingan klub secara jangka panjang.
Ini adalah sinyal kuat, bahwa era baru sedang dibangun di Old Trafford.
Sir Jim Ratcliffe, salah satu pemilik klub, telah berjanji menetapkan gaya bermain yang konsisten, akan dijalankan pelatih.
Baca juga: Sir Jim Ratcliffe Kritik Pedas 5 Pemain Manchester United, Terlalu Mahal Dianggap Beban Finansial
Namun, tantangan muncul ketika Ruben Amorim, salah satu pelatih paling menjanjikan di Eropa.
Dikenal dengan sistem 3 bek yang belum sepenuhnya akrab, dengan DNA Manchester United. Apakah ini risiko perlu diambil?
Dengan performa yang terus merosot, Manchester United bahkan terpuruk di posisi ke-14 Premier League.
Berpotensi mencatatkan finis terburuk sejak 1974, keputusan rekrutmen menjadi krusial.
Erik ten Hag, mantan manajer sebelumnya, dikritik karena terlalu fokus pada pemain Belanda atau mantan anak asuhnya di Ajax.
Kini, dengan pendekatan baru berpusat pada sistem Amorim, apakah United akan terjebak dalam pola yang sama?
Berrada menegaskan risiko justru lebih besar jika pelatih tidak memiliki visi permainan yang jelas.
"Dengan Ruben, kami tidak melihat risiko itu," ujarnya, mengutip laman manchestereveningnews.co.uk.
Baca juga: Kondisi Tim Persebaya dan PSIS Semarang: Mahesa Jenar Berpeluang Terpeleset ke Zona Degradasi
"Kami ingin merekrut pemain serba bisa yang bisa beradaptasi dengan berbagai sistem."
"Ruben sendiri menekankan bukan sekadar tentang formasi 3-4-3, tapi tentang filosofi bermain: mendominasi bola, menyerang, dan bermain dengan agresif," tambahnya.