Berita Muna

Anggota Komisi IV DPR RI Jaelani Soroti Kondisi Kritis Mata Air Jompi, Dorong Jadi Taman Wisata Alam

Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani menyoroti kondisi Mata Air Jompi di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: sawal | Editor: Amelda Devi Indriyani
Istimewa
Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani menyoroti kondisi Mata Air Jompi yang mulai kritis di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal itu didapatinya saat kunjungan kerja (kunker) sekaligus reses di Sungai Jompi, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sabtu (21/12/2024). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani menyoroti kondisi Mata Air Jompi yang mulai kritis di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu didapatinya saat kunjungan kerja (kunker) sekaligus reses di Sungai Jompi, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sabtu (21/12/2024).

Dalam reses ini, Jaelani turut didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Sultra La Ode Marshudi dan anggota DPRD Kabupaten Muna.

Jaelani menyebut, Jompi adalah mata air yang menjadi sumber kehidupan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Raha dan beberapa kecamatan di sekitarnya. 

Di antaranya, Kecamatan Katobu, Watuputih, Kontunaga, Duruka, Bata Laiworu dan Loghia.

Namun, kata Jaelani, kondisi Sungai Jompi dalam fase kritis. 

Sebab, hutan penyangga Sungai Jompi telah rusak akibat perambahan dan penebangan.

Baca juga: Ratusan Laptop Bekas CPNS dan PPPK di Kendari Sulawesi Tenggara Dijual, Harga, Lokasi dan Cara Beli

"Berbagai penelitian menunjukkan hutan di sekitar Sungai Jompi ini telah rusak. Hal ini mengakibatkan berkurangnya debit air di Sungai Jompi," kata Jaelani dalam keterangannya

"Namun, dari tahun ke tahun, debit air Sungai Jompi terus mengalami penurunan bahkan wilayah daerah aliran sungai (DAS) Jompi mengalami pendangkalan ketika musim hujan. Air keruh menjadi pemandangan yang terjadi saat hujan," jelasnya menambahkan.

Berdasarkan penelitian La Ode Sabaruddin dan kawan-kawan dari Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, kawasan hutan lindung di sekitar Sungai Jompi telah mengalami kerusakan cukup serius.

Kawasan hutan lindung Jompi memiliki luas kurang lebih 1.927 hektare.

Pohon jati mendominasi kawasan ini kurang lebih 1.233 hektare atau 64 persen.

Sisanya, kurang lebih 694 hektare atau 36 persen adalah hutan campuran.

Namun, berdasarkan data BLHKP Kabupaten Muna pada 2016 yang dikutip dalam penelitian tersebut, kawasan hutan lindung Jompi telah mengalami kerusakan kurang lebih 1.080 hektare atau 56,1 persen yang semuanya adalah hutan jati.

Baca juga: Pesona Wisata Alam Permandian Matakidi di Desa Barangka Muna Barat Sultra, Ada Tujuh Mata Air

Akibat dari kerusakan ekosistem jati tersebut berdampak pada menurunnya debit air Sungai Jompi.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved