Berita Sulawesi Tenggara
Waspada! Penyakit Jembrana Serang Sapi Bali di Sultra, Kenali Gejala, Cara Penularan dan Penanganan
Berikut ini cara penularan jembrana pada sapi Bali, gejala yang ditimbulkan hingga proses penanganan saat terkena penyakit tersebut.
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut ini cara penularan jembrana pada sapi Bali, gejala yang ditimbulkan hingga proses penanganan saat terkena penyakit tersebut.
Penyakit jembrana adalah virus yang hanya menyerang sapi Bali, dan tidak dapat menular ke manusia maupun jenis hewan lainnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara (Distanak Sultra), La Ode Muhammad Rusdin Jaya mengatakan penyakit jembrana ini dapat menyebabkan kematian pada sapi Bali.
Karena virus ini sangat mudah menyebar dengan tingkat kematian 80 persen, sehingga dapat menurunkan jumlah populasi dari sapi tersebut.
Penyakit ini biasanya ditularkan melalui lalat yang hinggap di sapi terinfeksi jembrana, lalu lalat tersebut hinggap di sapi yang sehat.
Baca juga: Apa Itu Fodder Jagung Pakan Ternak yang Bikin Sapi dan Kambing Cepat Gemuk? Berikut Cara Membuatnya
Adapun gejala yang dapat ditimbulkan apabila terinfeksi yakni pembengkakan kelenjar limfe, tidak mau makan, abortus atau keguguran, hingga diare berdarah.
“Jika melihat gejala tersebut segera lakukan penanganan dengan memberikan vaksin, tetapi kalau tidak ada vaksin segera sembelih,” kata Rusdin Jaya saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Jumat (20/9/2024).
Rusdin menyampaikan walaupun telah terjangkit jembrana, daging masih aman dikonsumsi, karena virus ini tidak menular ke manusia.
Namun, daging tersebut harus dimasak dengan sempurna, yakni dengan suhu lebih dari 55 derajat celcius.
Sedangkan jika sapi tersebut langsung mati setelah terinfeksi, maka segera dikuburkan.
Baca juga: Dinas Pertanian Pastikan Wabah PMK Tak Menyerang Ternak Sapi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara
“Untuk mencegah terjadinya penyakit jembrana, sebaiknya para peternak memasukkan sapi Bali ke dalam kandang,”
“Kemudian para peternak diharapkan jangan tergiur harga murah dalam membeli sapi,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)
Warga Geger 4 Sapi di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Ditemukan Mati Ditebas, Daging Ikut Hilang |
![]() |
---|
Harga Sapi Kurban dan Daging Sapi Kiloan di Baubau Sultra Tidak Alami Kenaikan Jelang Idul Adha 2024 |
![]() |
---|
Balmon, Sapi Kurban Presiden Jokowi Asal Kolaka Timur Sulawesi Tenggara Dua Kali Ikut Seleksi |
![]() |
---|
Warga Anawai Wua-Wua Kendari Sulawesi Tenggara Keluhkan Sapi Berkeliaran di Halaman Rumah dan Jalan |
![]() |
---|
Distanak Kolaka Timur Vaksin Ternak di 11 Kecamatan, dari Sapi hingga Kambaling |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.