Pilkada Kendari

Potensi Kerawanan 8 Tahapan Pilkada 2024 Diungkap Polresta Kendari, Kapolresta Minta Jaga Netralitas

Polresta Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), memetakan potensi gangguan dan ancaman Kamtibmas jelang Pilkada Kendari 2024.

|
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Aqsa
Sugi Hartono/TribunnewsSultra.com
Rapat Koordinasi Pengamanan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024 di Aula Markas Kepolisian Resort Kota atau Mapolresta Kendari, Selasa (9/7/2024). Kegiatan yang dihadiri KPU Kendari, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pemerintah, TNI, kejaksaan, dan instansi terkait lainnya, dibuka Kapolresta Kendari Kombes Pol Aris Tri Yunarko. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Polresta Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), memetakan potensi gangguan dan ancaman Kamtibmas jelang Pilkada Kendari 2024.

Ada 8 agenda tahapan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024 termasuk Pemilihan Wali Kota atau Pilwali Kendari berpotensi rawan dan memerlukan perhatian khusus.

Salah satunya, pendaftaran calon kepala daerah (cakada), begitupun calon Wali Kota Kendari 2024 dan calon wakilnya.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Pilkada Serentak 2024 di Aula Markas Kepolisian Resort Kota atau Mapolresta Kendari, Selasa (9/7/2024).

Selain jajaran Polri, kegiatan dihadiri Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kendari, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pemerintah, TNI, kejaksaan, dan instansi terkait lainnya.

Sementara, Kapolresta Kendari Kombes Pol Aris Tri Yunarko meminta penyelenggara dan pengawas Pilkada Serentak 2024 untuk netral dalam melaksanakan tugasnya.

Diapun meminta jajaran Polri hingga Aparatur Sipil Negara atau ASN untuk menjaga netralitas pada Pilkada 2024.

Baca juga: Update Pilkada Kendari 2024, Giona Nur Alam dan Subhan Usai Rasak-Afdhal, AJP Asli, Siska-Sudirman

“Bekerjalah sesuai perintah yang tertuang dalam undang-undang,” kata Kombes Aris Tri Yunarko saat membuka rakor tersebut.

Ketidaknetralan bisa memicu rasa ketidakpercayaan masyarakat dan berkonsekuensi terhadap situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kota Kendari.

“Jangan sampai karena pilkada masyarakat menjadi terbelah, padahal tujuan dilaksanakannya untuk memilih kepala daerah yang bisa membuat maju sebuah kota,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kombes Aris, juga mengajak seluruh elemen yang terlibat dalam Pilkada 2024 bersinergi menyukseskannya.

“Mari hilangkan ego-ego sektoral yang justru dapat merugikan masyarakat,” jelasnya.

Pemetaan Kerawanan

Polresta Kendari mulai melaksanakaan pemetaan potensi gangguan dan ancaman Kamtibmas menjelang Pilkada 2024 serentak termasuk Pilwali Kendari 2024.

Setidaknya ada delapan agenda tahapan Pilkada Kendari yang dianggap rawan dan memerlukan perhatian khusus.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved