BKKBN Sultra

Penilaian Verifikasi Kampung KB di Desa Kalu Kaluku Kolut, BKKBN Sultra Harap ke Tingkat Nasional

Desa Kalu Kaluku menjadi nominator Kampung KB mewakili Kabupaten Kolaka Utara pada penilaian Kampung KB Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2024.

Istimewa
BKKBN Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan Penilaian dan Verifikasi Lapangan Kampung KB Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Desa Kalu Kaluku, Kecamatan Kodeoha, Lasusua, Kolaka Utara, Senin (01/4/2024). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KOLAKA UTARA - BKKBN Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan Penilaian dan Verifikasi Lapangan Kampung KB Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Desa Kalu Kaluku, Kecamatan Kodeoha, Lasusua, Kolaka Utara, Senin (01/4/2024).

Desa Kalu Kaluku menjadi nominator Kampung KB mewakili Kabupaten Kolaka Utara pada penilaian Kampung KB Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2024.

Kepala Perwakilan BKKBN Sultra, Drs Asmar mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memverifikasi dan mencocokkan antara data yang dikirim dengan kondisi di lapangan terkait data Kampung KB Desa Kalu Kaluku.

Penilaian tersebut sebagai langkah awal untuk memperjuangkan Desa Kalu Kaluku Kolaka Utara hingga bisa maju ke tingkat nasional.

“Yang kami kunjungi ini akan kami perjuangkan, harapannya bisa ke tingkat Nasional. Proses verifikasi ini akan dilakukan pendampingan kembali agar bisa lebih maksimal lagi. Kalau bicara program dan kegiatan, kita bisa melakukan yang banyak, asalkan pelaporannya ada,” jelas Asmar.

Asmar juga menjelaskan Kampung KB yang awalnya bernama Kampung Keluarga Berencana, kini harus dipersiapkan menjadi Keluarga Berkualitas.

"Banyak integrasi program yang sudah dilakukan di Kampung KB Desa Kalu Kaluku ini," ujarnya.

Baca juga: BKKBN Sultra Tahun 2024 Fokus Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting di Sulawesi Tenggara

Dalam kesempatan ini, Asisten III Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara, Rahman mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian Desa Kalu Kalukua menjadi nominator Kampung KB perwakilan Kolaka Utara ditingkat provinsi.

Menurutnya, pencapaian kali ini menunjukkan kerja yang baik sehingga memacu Pemkab Kolaka Utara untuk menjadi lebih baik dan berkualitas sesuai standar yang telah ditetapkan BKKBN dalam ketentuan Kampung KB.

“Selama ini kerja-kerja kita mungkin tidak terfikirkan akan mendapatkan penilaian. Ini bagus, artinya kita bekerja karena kita ingin baik,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa standar yang telah ditetapkan BKKBN dalam ketentuan Kampung KB tentu menjadi standar operasional bagi Pemkab Kolaka Utara untuk semakin lebih baik.

“Kalau baik berarti keluarga-keluarga yang di dalamnya pun berkualitas. Dengan menjadikan kampung kita berkualitas, Insya Allah akan menjadi alat buat kita dalam menurunkan stunting. Apalagi stunting kita masih sekitar 29,1 persen,” lanjutnya.

Lanjut Rahman mengungkapkan, jika pemerintah ingin menjadikan Kolaka Utara zona hijau dari stunting, maka bukan cuma satu desa atau kelurahan yang dipacu untuk dijadikan sebagai Kampung KB.

Olehnya, Ia berusaha seluruh Desa/Kelurahan yang di Kolaka Utara juga berkualitas sesuai standar penilaian yang dilakukan BKKBN.

Baca juga: BKKBN Sultra Gandeng Media Sukseskan Program Percepatan Penurunan Angka Stunting Sulawesi Tenggara

Hal tersebut, harus dijadikan motivasi bagi semua desa atau kelurahan khususnya Desa Kalu Kaluku yang ada di wilayah Kecamatan Kodeoha.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA
Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved