Berita Baubau
Program Data Desa Presisi Mulai Diperkenalkan ke Kelurahan se-Kota Baubau Sulawesi Tenggara
Program Data Desa Presisi mulai diperkenalkan oleh Pemerintah Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (21/11/2023).
Penulis: Harni Sumatan | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Program-Data-Desa-Presisi-Mulai-Diperkenalkan-ke-Kelurahan-se-Kota-Baubau-Sulawesi-Tenggara.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Program Data Desa Presisi mulai diperkenalkan oleh Pemerintah Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (21/11/2023).
Hal ini disampaikan oleh pemateri sosialisasi Data Desa Presisi, Sofyan Sjaf sebagai penggagas aplikasi tersebut.
Ia menuturkan terdapat tiga jenis aplikasi yang digunakan yaitu aplikasi collecting yang berfungsi sebagai sensus kependudukan, untuk pemetaan desa maps, dan monitoring evaluasi.
"Untuk jenis aplikasi yang digunakan ada tiga yang terdiri dari aplikasi collecting untuk sensus kependudukan, untuk pemetaan dan monitoring evaluasi," ungkapnya.
Ia mengungkapkan pelaksana dalam program ini dilimpahkan pada pemuda-pemuda daerah yang berada di kelurahan/desa masing-masing.
Baca juga: Tak Hanya Evaluasi Kinerja, Kemenkumham Sultra Akan Bahas Raperda Data Desa Presisi Saat Rakor
Kemudian berdasarkan pantauan TribunnewsSultra.com dalam sosialisasi tersebut dihadiri oleh Lurah se-Kota Baubau untuk diberitahu mengenai Data Desa Presisi serta penerapannya akan seperti apa.
Lebih lanjut, Data Desa Presisi juga termasuk data koordinat, misalnya jumlah pendapatan atau stunting dan lain sebagainya dapat dilacak dengan mudah.
Dalam data tersebut juga terdapat nama, alamat, tetapi beberapa data juga masih bersifat rahasia. Data yang rahasia tersebut merupakan data pribadi masyarakat secara mendetail.
Sofyan menjelaskan orientasi tentang ukuran-ukuran pembangunan diturunkan hingga level desa, karena ukuran keberhasilan pembangunan nasional, provinsi juga memiliki andil besar begitu pula pembangunan di desa-desa.
"Selanjutnya untuk evaluasi pembangunan agar merata. Ukuran keberhasilan, dilimpahkan dari titik yang paling besar hingga mempersempit ke desa-desa," ungkapnya.
Baca juga: Pj Gubernur Sultra Kolaborasi UHO Kendari Bikin Sistem Penanggulangan Bencana Berbasis Data Presisi
Ia menambahkan bahwa program Data Desa Presisi ini digagas langsung oleh Pj Gubernur Sulawesi Tenggara. (*)
(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)