Nasib Bacaleg PDIP di NTB Diusir dari Desa, Buntut Kasus Pelecehan, Warga Minta Rumah Dibongkar
update nasib Bacaleg PDIP berinisial SS (50) yang sempat mengalami pengeroyokan karena diduga melakukan pelecehan pada anak kandungnya.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/update-nasib-Bakal-Calon-Anggota-Legislatif-Bacaleg-PDIP-berinisial-SS-diusir-warga.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM- Berikut ini update nasib Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) PDIP berinisial SS (50) yang sempat mengalami pengeroyokan karena diduga melakukan pelecehan terhadap anak kandung nya sendiri.
Kini setelah dirawat di rumah sakit bahkan berani bersumpah di atas al quran, Bacaleg PDIP di NTB itu tetap diusir dari desanya.
Hal ini berimbas dari kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan terhadap putri kandungnya, I.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu viral di media sosial, Bacaleg PDIP yang diamuk massa.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Diduga Bacaleg PDIP melakukan tindakan asusila kepada putri kandungnya sendiri.
Sehingga membuat warga Desa Sekotong Tengah pun geram.
Baca juga: Korban Pelecehan Anak SMP Usia 13 Tahun di Hotel Kendari Sulawesi Tenggara, Sosok Pelaku Asal Konawe
Sampai membuat Bacaleg PDIP berinisial SS itu dirawat di rumah sakit.
Setelah itu, sebuah video viral beredar menunjukan SS terbaring di rumah sakit berucap sumpah.
Ia membantah semua tuduhan pelecehan yang disematkan terhadapnya.
SS lantas mendapatkan pengusiran warga meski sudah bersumpah.
Bahkan digelar Awik-Awik atau keputusan Sangkep Beleq Desa Sekotong Tengah Beriuk Jaga Gubuk, yang dilaksanakan di halaman Kantor Camat Sekotong, Lombok Barat, Rabu (2/8/2023).
Diketahui Awik-Awik adalah hukum adat yang sudah diterapkan secara turun-temurun, berisi larangan-larangan beserta hukuman-hukumannya.
Awik-Awik bersifat mengikat terhadap semua penduduk di daerah tersebut.
Selain SS, kakak korban juga turut diusir dari desanya, lantaran dinilai memberikan keterangan palsu.