OPINI
OPINI: Potensi Kemaritiman Indonesia, Nasibmu Kini
Indonesia merupakan Negara Kepulauan terluas di dunia, selain dikenal juga sebagai negara agraris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Mahasiswa-Pascasarjana-UHO-Kendari-La-Ode-Agus-Salim-Mando.jpg)
Oleh : La Ode Agus Salim Mando
Mahasiswa Program Doktoral Minat Manajemen Hutan Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Halu Oleo
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Indonesia merupakan Negara Kepulauan terluas di dunia yang terdiri atas:
1) Lebih dari 17.504 pulau dengan 13.466 pulau telah diberi nama,
2) Sebanyak 92 pulau terluar sebagai garis pangkal wilayah perairan Indonesia ke arah laut lepas telah didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa,
3) Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.181 km dan terletak pada posisi sangat strategis antara Benua Asia dan Australia serta Samudera Hindia dan Pasifik,
4) Luas daratan mencapai sekitar 2.012.402 km2 dan laut sekitar 5,8 juta km2 (75,7 persen), yang terdiri 2.012.392 km2 Perairan Pedalaman, 0,3 juta km2 Laut Teritorial, dan 2,7 juta km2 Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).
Selain sebagai negara agraris, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara maritim di dunia.
Meski demikian, masih belum banyak orang yang bisa menjelaskan apa sebenarnya negara maritim tersebut dan mengapa Indonesia mendapat julukan tersebut (Rimbakita, 2022).
Baca juga: OPINI: Urgensi Penataan Kawasan Tepian Sungai Wanggu Kendari Sulawesi Tenggara
Negara maritim adalah sebutan bagi suatu negara yang berada di kawasan laut teramat luas.
Memiliki banyak pulau yang dikelilingi oleh dua pertiga perairan atau laut, Indonesia mempunyai potensi sumberdaya alam hayati maupun non hayati yang begitu besar.
Sumber daya alam hayati meliputi kurang lebih sebanyak 37 persen spesies hayati, 17,95 persen terumbu karang, dan 21,7 persen hutan bakau dunia ada di Indonesia.
Selain itu, Indonesia mempunyai padang lamun dan kima yang tidak kalah banyak.
Apabila digarap dengan baik, sektor perikanan Indonesia dapat menghasilkan potensi mencapai US$ 31.935.651.400 per tahun.
Pada tahun 2014 produksi perikanan nasional baik itu perikanan tangkap maupun budidaya berada pada kisaran 13,9 juta ton per tahun dari potensi optimalnya yang dapat mencapai 65 juta ton per tahun.