Berita Kendari
Selain Ekonomi, Kurangnya Motivasi Internal Penyebab Putus Sekolah
Salah satu penulis buku asal Kendari saat ini kuliah Magister Ilmu Linguistik dari Universitas Warmadewa, Bali, Nur Afnita Asfar.
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/penulis-buku-Nur-Afnita-Asfar.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kurangnya Motivasi internal menjadi salah satu penyebab seseorang putus sekolah selain ekonomi.
Hal tersebut disampaikan seorang penulis buku sekaligus Magister Ilmu Linguistik dari Universitas Warmadewa, Bali, Nur Afnita Asfar.
Dulu saat dirinya menempuh pendidikan Sarjana S-1 Sastra Inggris di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kerap kali bertemu dengan permasalahan pendidikan.
Salah satunya keputusan mahasiswa yang memutuskan untuk berhenti kuliah di tengah jalan.
Baca juga: Kata-kata Tentang Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara Cocok Dibagikan Saat Hardiknas pada 2 Mei 2023
Afni sapaannya mengatakan, sependek pengalamannya berkuliah di UHO Kendari, masih banyak yang perlu dibenahi.
Khususnya kurangnya motivasi internal bagi mahasiswa yang memutuskan berhenti di tengah jalan, bahkan sudah dipenghujung penyelesaian studi.
"Saya berharap para pendidik mampu memberikan solusi atau setidaknya validasi semangat atau inisiatif bagi mereka"
"Dan melakukan pendekatan secara personal untuk mengetahui mengapa mereka memilih berhenti kuliah dipenghujung Studi," Kata Afni kepada Tribunnewssultra.com, Selasa, (2/5/2023).
Baca juga: 8 Film Bioskop Tayang di Bulan Mei 2023, Genre Horor hingga Romantis, Ada Diperankan Enzy Storia
Lanjut, Afni mengatakan padahal pendidikan itu sangat penting khususnya bagi perempuan, sebagai bekal untuk dirinya dalam mendidik anak, mengurus rumah tangga, bekerja dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
"Penyebab putus sekolah juga disebabkan karena kurangnya motivasi minat belajar yang tinggi. Nah disini sebenarnya yang memegang kendali adalah orangtua. Khususnya peran ibu dalam mendidik," tuturnya.
Belajar dari pengalaman, Afni kelak ingin menjadi dosen yang mampu membuat mahasiswa nyaman dan semangat belajar untuk mengejar mimpinya.
Tentunya untuk mewujudkannya, Afni membutuhkan pengalaman sehingga hingga detik ini dirinya terus melanjutkan pendidikan.
Baca juga: Kisah Wanita Asal Banyuwangi Disiksa di Malaysia, Jadi PRT Tak Digaji Sejak 2022, Dipukuli Majikan
Bahkan setelah menyelesaikan kuliah S2 nya di Bali, dirinya tidak langsung pulang ke kampung halaman di Makassar, Sulawesi Selatan.
Namun masih ingin melebarkan sayap lagi, menginginkan pengalaman yang baru disuatu daerah yang baru.
Sebab dirinya berharap, anak-anak yang hari ini masih berstatus siswa khususnya di Kota Kendari, bisa menjadi anak yang berakhlak mulia di masa depan.
Karena hari ini masih banyak anak-anak muda yang menggaungkan kebebasan hingga mereka terlena dengan pergaulan dan lingkungan yang tidak sehat. (*)
(Tribunnewssultra.com/Dewi Lestari)