Berita Kendari

Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra yang Baru Patris Yusrian Jaya Tiba di Kota Kendari Sulawesi Tenggara

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra yang baru, Patris Yusrian Jaya tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Rabu (8/2/2023).

Penulis: Sugi Hartono | Editor: Desi Triana Aswan
Tribunnewssultra.com/Sugi Hartono
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara yang baru Patrius Yusrian Jaya saat menginjakan kaki di Bandara Haluoleo Kendari, Rabu (8/2/2023) pagi. 

TRIBUNNEWSSULTRA,KENDARI- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra yang baru, Patris Yusrian Jaya tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Rabu (8/2/2023)

Kedatangannya itu disambut langsung oleh beberapa pejabat utama Kejati Sultra

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum), Dody membenarkan kalau Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru sudah berada di Kota Kendari.

" Iya benar," tuturnya.

Diketahui pimpinan Kejaksaan Tinggi Sultra resmi berganti usai Jaksa Agung (JA) melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dilaksanakan di Gedung Utama Kejaksaan Agung di Jl Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Dalam amanatnya Jaksa Agung Kejaksaan Republik Indonesia dan Guru Besar tidak tetap Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman itu meminta kepada Kajati yang baru dilantik agar segera melakukan komunikasi dengan Aparat Pengawas Intern Pemerintah dalam rangka melakukan pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Pengelolaan Keuangan daerah.

"Namun dengan tidak menegasikan kewenangan masing-masing," kata Burhanuddin.

Baca juga: Kepala Kejati Sultra dan Wakilnya Dimutasi, Raimel Jesaja Digantikan Patris Yusrian Jaya

Ia juga meminta kepada Kajati yang baru untuk mencermati, memahami dan melaksanakan pola penanganan perkara yang taat prosedur.

"Agar penanganan perkara dapat dilaksanakan secara profesional, tepat sasaran, tuntas dan berbobot," tuturnya.

Terakhir ia menghimbau kepada para Kepala Kejaksaan Tinggi maupun seluruh jajaran Kejaksaan Agung yang akan melakukan pisah sambut untuk tidak menyelenggarakan acara yang berlebihan seperti halnya pengalungan bunga, tarian penyambutan, dan lain sebagainya.

"Khususnya nanti pada acara pisah sambut yang sebentar lagi akan saudara gelar di masing-masing wilayah satuan kerja yang baru, saya minta agar saudara laksanakan dengan penuh kesederhanaan. Perlu saudara pahami, kemewahan acara bukan berarti menandakan kehebatan, tetapi cenderung menunjukan perilaku yang terlalu memaksakan diri yang berpotensi mempertaruhkan integritas dan mengarah pada perbuatan tercela,” tutur Burhanuddin.

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved