Berita Sulawesi Tenggara
Angka Kelahiran di Kendari, Kolaka, Koltim Terendah di Sultra, Jumlah Penduduk Tumbuh Tak Seimbang
Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) Sulawesi Tenggara terus mengalami penurunan dan masih terus berjuang menuju replacement level.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengalami penurunan dan masih terus berjuang menuju replacement level.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra yang dirilis, Senin (30/1/2023), TFR Sultra 2020 mencapai 2,57 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Sulawesi Tenggara, Ahmad Luqman mengatakan capaian tersebut terus menurun.
Namun, masih cukup jauh dari replacement level (jumlah kelahiran yang dapat menggantikan generasi sebelumnya sehingga pertumbuhan populasi tetap stabil) yakni 2,1 persen.
Hal itu perlu terus dijaga agar penduduk tumbuh seimbang.
Kata dia, untuk mencapai penduduk tumbuh seimbang, maka perlu dilakukan pengendalian kuantitas penduduk.
"Untuk mengendalikan kuantitas penduduk dan mencapai penduduk tumbuh seimbang, dilakukan melalui pengaturan fertilitas dan penurunan mortalitas," jelasnya saat konferensi pers hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 Provinsi Sultra di Kantor BPS Sulawesi Tenggara, Senin (30/1/23).
Lanjutnya, pengaturan fertilitas dilakukan melalui data pendukung, bisa didukung dari survei rutin pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kehamilan, serta peningkatan peran perempuan dalam pendidikan dan dunia kerja.
Sementara penurunan mortalitas dapat dilihat dari penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Ia menjelaskan di balik turunnya tren TRF di Sultra karena penurunan angka fertilitas remaja (ASFR umur 15-19 tahun) yang cukup cepat yang disebabkan oleh pendewasaan, usia perkawinan perempuan (19 tahun), mendorong penurunan total kelahiran.
Kemudian, meningkatnya partisipasi perempuan pada pendidikan menengah dan tinggi dan juga dalam dunia kerja.
Angka TRF tertinggi terjadi di Buton Selatan dengan dengan capaian 2,94 persen lebih tinggi dari nilai Sultra yakni 2,57 persen.
Selanjutnya, disusul Buton Tengah 2,92 persen dan Konawe Utara 2,83 sebagai tiga daerah teratas tertinggi angka TRF.
Sedangkan, tiga daerah terendah atau di bawah standar provinsi yakni Kota Kendari 2,16 persen, disusul Kolaka 2,34 persen, dan Kolaka Timur 2,40 persen.
Sementara itu, untuk angka kelahiran Sultra berdasarkan kelompok umur tertentu (ASFR) tertinggi berada pada kelompok umur 25-29 tahun dengan angka sebesar 142,79 persen.
"Maknanya ada 142-143 kelahiran per 1.000 perempuan umur 25-29 tahun," beber Ahmad Luqman. (*)
(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.