Breaking News

Kisah Viral

Kisah Perjuangan Riska Jadi Mahasiswa Trending Twitter Setelah Meninggal, Kebingungan Urus UKT Murah

Berikut ini kisah perjuangan Riska jadi mahasiswa trending topic Twitter setelah dirinya meninggal. Kisah tersebut pun menarik perhatian warganet.

Kolase Tribunnewssultra.com
Berikut ini kisah perjuangan Riska jadi mahasiswa trending topic Twitter setelah dirinya meninggal. Terungkap kehidupannya begitu pelik. Meski bertekad untuk kuliah, namun ia kebingungan membayar uang kuliah. 

Agar, bisa dimudahkan dalam hal biaya UKT.

Sayangnya, hal tersebut tidak pernah didapati Riska.

Ia bahkan sempat dioper kesana kemari untuk mengurus biaya UKT murah.

Namun lagi-lagi, ia disebutkan bak bola yang menggelinding kesana-kemari dan tidak penuh kejelasan.

"Pengalaman Riska nampak tak asing bagi kita yg berhadapan dgn birokrasi," tulis @rgantas.

Bahkan perjuangannya mendapat UKT murah, Riska berjalan kaki untuk bolak balik Rektorat UNY.

"Ia selalu jalan kaki dari kosannya di Pogung sampai ke jl. Colombo. Riska memang selalu jalan kaki ke mana saja. Maklum, ia ga memiliki cukup uang utk memesan driver online," tulisnya.

Ya, Riska begitu hati-hati dalam menggunakan uangnya.

Bukan tanpa sebab, menurut @rgantas Riska melakukan hal tersebut demi bisa berhemat agar mampu bertahan hidup.

Salah satu temannya pernah memberinya Abon. Dia sangat senang. Selama di kos dia terlihat hanya makan nasi dengan Abon yg diberi temannya tadi.

"Bahkan odol, sabun, shampo dan mie instan dia dapatkan dari pemberian temannya," jelas @rgantas.

Sang pemilik utas mengaku kagum dengan ketegaran Riska yang begitu kuat dalam keterbatasan.

Meskipun bagi @rgantas, Riska bukan kuat melainkan dipaksa kuat karena keadaan.

Kisah lengkap perjuangan Riska ini diceritakan @rgantas dalam berbagai cuitan.

@rgantas juga memberikan bukti-bukti chat diduga dari Riska.

Banyak pula netizen yang berkomentar dan terharu membaca utas tersebut.

Konfirmasi UNY

Saat dihubungi, pemilik akun Twitter @rgantas yakni Rachmad Ganta Semendawai menceritakan, RNF adalah mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2020.

"Dia mahasiswi angkatan 2020 yang terkendala UKT, tidak bisa bayar UKT," kata Rachmad pada Kamis (12/01/2022) dikutip TribunnewsSultra.com dari Kompas.com.

Menurutnya, mahasiswi tersebut mempunyai tekad yang kuat untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi.

Tekad itu membawa RNF yang berasal dari desa terpencil di Purbalingga menuju Yogyakarta.

Sementara Rektor UNY Sumaryanto mengatakan, di berbagai tempat, dia sudah menyampaikan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang kesulitan, terutama masalah keuangan, bisa kirim surat ke rektor.

Namun, harus jujur dengan kondisi keuangan keluarganya.

"Kalau tidak bisa membayar kirim surat ke rektor, insya Allah mesti saya bantu itu komitmennya," jelasnya.

"Jadi, kami tidak ingin keluarga besar kami tidak selesai studi hanya masalah uang, maka ajukan surat ke rektor. Kalau bukan UNY yang membantu, Sumaryanto secara pribadi," ujarnya menambahkan.

Sumaryanto menuturkan, ada mekanisme untuk pengajuan penurunan nominal UKT di UNY.

Mahasiswa yang bersangkutan, diketahui oleh orangtua, lalu mengajukan ke rektor.

"Diketahui orangtua, juga pimpinan mengajukan ke rektor, bisa penundaan, bisa penurunan, bisa pembebasan. Pasti surat itu saya disposisi mohon untuk dipelajari, nanti jajaran biasanya Pak WR II," katanya.

Misalkan ada mahasiswa yang masih keberatan maka bisa didiskusikan bahkan dia menyatakan akan menemui mahasiswa tersebut untuk berdiskusi.

"Silakan komplain kepada rektor, 'Pak, kami itu enggak kuat kalau diturunkan sekian'. Itu pasti saya temui, kuatnya berapa tho, Mas? Soalnya kenapa tho, Mas? Kenapa tho, Mbak?" jelasnya.

Dia mengaku sedih jika ada mahasiswa yang tidak bisa membayar dan bahkan sampai depresi.

"Kalau kesulitan, saya angkat anak asuh itu. Kalau kesulitan kos, bisa di rumah saya," ujarnya.

Sumaryanto pun mengatakan segera menindaklanjuti informasi yang diunggah di media sosial berkaitan dengan UKT.

"Saya minta datanya yang itu tadi (RNF), akan saya follow up, akan saya cari datanya. Sedih saya mendapat kabar seperti itu," katanya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved