Breaking News

Kisah Viral

Kisah Perjuangan Riska Jadi Mahasiswa Trending Twitter Setelah Meninggal, Kebingungan Urus UKT Murah

Berikut ini kisah perjuangan Riska jadi mahasiswa trending topic Twitter setelah dirinya meninggal. Kisah tersebut pun menarik perhatian warganet.

Kolase Tribunnewssultra.com
Berikut ini kisah perjuangan Riska jadi mahasiswa trending topic Twitter setelah dirinya meninggal. Terungkap kehidupannya begitu pelik. Meski bertekad untuk kuliah, namun ia kebingungan membayar uang kuliah. 

“Bisa dihancurkan, tapi tak bisa dikalahkan.”," tulisnya.

Disebutkan Ganta Semendawai, Riska memiliki ambisi bersekolah yang tinggi.

Meski dari desa terpencil di Purbalingga, Riska tetap ingin ke daratan Yogyakarta.

Bermodalkan uang Rp 130 ribu untuk ongkos awalnya ke Yogyakarta.

Sudah terpakai untuk membayar bus dan uang saku selama seminggu di kota pelajar itu.

Perjuangannya tak berhenti dengan modal pas-pasan.

"Bila ini novel fiksi motivatif, mungkin akan berakhir dengan indah, penuh haru bahagia. Celakanya kita sedang berada di dunia nyata. Dengan segala kegilaan yang nyaris mengubur kewarasan. Tempat di mana kita pada akhirnya akan belajar: betapa mimpi pun bisa dibeli dengan uang

Lantas bagaimana dengan Riska? Ia percaya kerja keras tak akan pernah menghianati. Saya juga mengenal Riska sebagai representasi dari perempuan yang cerdas. Ia memiliki potensi besar untuk menjadi “sesuatu” yg besar. Sayang masalah ekonomi sedikit banyak menghambat potensinya," tulis Ganta Semendawai.

Riska merupakan anak dari orangtua yang sehari-hari berjualan sayuran di pinggir jalan.

Biaya hidup yang didapatkan dari hasil berdagang sayur tidak hanya untuk Riska seorang.

Pasalnya, orangtua Riska harus membiayai kehidupan keempat adiknya yang belum lulus sekolah.

Tidak sulit untuk menebak bahwa jelas keuangan keluarga Riska tak akan cukup membiayai perkuliahannya.

Baca juga: Perjuangan Dua Atlet Binaraga Indonesia Go International, Cetak Sejarah Berlaga di Olympia Las Vegas

"Saya memang menemukan banyak kasus, di mana nominal UKT mahasiswa UNY melampaui kapasitas keuangan pembayarnya. Dan tidak sulit menemukannya. Terbukti dari hasil temuan @unybergerak. Di mana dari seribuan mahasiswa yg mengisi angket, sekitar 97 persen keberatan dengan nominal UKTnya," kata @rgantas.

Kasus Riska ini nampaknya berbeda dengan yang ditemukan si pencipta utas.

Pasalnya, terungkap bahwa sebenarnya Riska telah mengisi nominal kondisi pendapatan orangtuanya.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved