Berita Kendari
Target Investasi Sultra Tahun 2023 Rp20,18 Triliun, Nilai Anjlok Akibat Realisasi 2022 Tak Tercapai
Target investasi untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2023 sebesar Rp20,18 triliun.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Desi Triana Aswan
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Target investasi untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2023 sebesar Rp20,18 triliun.
Hal itu berdasarkan target yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)/Kementerian Investasi yang pada tahun 2022 sebesar Rp34,73 triliun.
Jika dicermati perbandingan target investasi tahun 2022 senilai Rp34,73 triliun dan tahun 2023 senilai Rp20,18 triliun maka pada tahun ini target tersebut anjlok.
Kabid Pengendalian Modal dan Informasi DPM-PTSP Sultra, Rasiun mengatakan berbagai persoalan target investasi tahun 2022 lalu tidak mencapai target.
Baca juga: Pemkot Kendari Bakal Bangun 3 Kawasan Strategis Ramah Investasi di Kecamatan Nambo, Abeli, Poasia
"Kenapa tahun 2023 target investasi itu turun karena dilihat atau berdasarkan evaluasi dari capaian realisasi investasi Sultra di Semester II tahun 2022 yang hanya mencapai 36 persen,"ungkapnya, Kamis (5/1/2023).
Lebih lanjut, target pada tahun 2023 terbagi menjadi dua indikator yaitu jika Presiden menetapkan target nasional sebesar Rp1.300 triliun maka Sultra sebesar Rp20,18 triliun.
Indikator selanjutnya yakni jika Presiden menetapkan target nasional sebesar Rp1.400 triliun maka Sultra sebesar Rp21,73 triliun.
"Secara total wilayah Sulawesi sebesar Rp400 triliun lebih, karena target Sultra pada tahun 2022 tidak tercapai maka kuotanya dialihkan ke daerah lainnya,"imbuhnya.
Rasiun menambahkan, target investasi nasional maupun daerah pada 2023 bisa tercapai apabila dua konflik global seperti Ukraina dan Rusia serta sengketa China dan Taiwan bisa kondusif.

Walau terdapat konflik global tersebut namun perekonomian Indonesia pada tahun 2023 dipastikan kondusif sehingga dapat memberikan kepastian kepada investor.
"Kami berharap agar target investasi 2023 ini dapat tercapai dan memenuhi target yang diberikan oleh kementerian atau BKPM RI,"pungkasnya.
Sebagai informasi, untuk alokasi Dana Dekosentrasi Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2023 yang diberikan Kementerian Investasi BKPM sebesar Rp.297.375.000.
Baca juga: ATN Indonesia Mineral Investasi Rp3,5 T Bangun Pabrik Nikel di Butur Didukung Pemkab Buton Utara
Sedangkan pagu Dana Alokasi Khusus atau DAK tahun 2022 sebesar Rp.920.573.000 dengan realisasi sebesar Rp.772.222.000,- atau 83,88 persen.
Realisasi DAK yang tercatat di BKPM masih 0 persen hal ini karena pihak DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tenggara belum melaporkan SP2D pada Aplikasi Aladin di BPKAD Provinsi Sultra.
(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.