Berita Kendari

Pergudangan Agribisnis Rusak Akibat Puting Beliung, Pengusaha Keluhkan Respon Pemkot Kendari

Pengusaha komoditas hasil bumi di Pergudangan Agribisnis Dinas Pertanian Kota Kendari keluhkan kerusakan bangunan, Kamis (5/1/2023).

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Kunjungan DPRD Kota Kendari, Dinas Pertanian, Dinas PU hingga BPBD Kota Kendari di kawasan Pergudangan Agribisnis Dinas Pertanian Kota Kendari, Kamis (5/1/2023). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pengusaha komoditas hasil bumi di Pergudangan Agribisnis Dinas Pertanian Kota Kendari keluhkan kerusakan bangunan akibat terkena angin puting beliung

Diketahui pergudangan Agribisnis Dinas Pertanian yang berada di Jalan IR Soekarno, Kelurahan Dapu-Dapura, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini terkena angin puting beliung sekira 3 pekan lalu atau pertengahan Desember 2022. 

Akibatnya, 7 bangunan dari 11 bangunan yang ada di area pergudangan itu mengalami kerusakan dibagian atap, hingga beberapa sisi dinding yang ambruk.

Salah satu penyewa di Pergudangan Agribisnis, Herman mengaku telah melaporkan kerusakan yang dialami kepada Dinas Pertanian Kota Kendari namun tidak kunjung mendapat solusi hingga saat ini.

Baca juga: Ini Tiga Kawasan Industri di Sulawesi Tenggara Masuk Proyek Strategis Nasional Tahun 2023

Sebelumnya telah dilakukan kunjungan DPRD Kota Kendari bersama Dinas Pertanian, Dinas PU hingga BPBD Kota Kendari di kawasan Pergudangan Agribisnis, Kamis (5/1/2023). 

"Kenapa kejadian kali ini tidak ada sentuhan dari Pemerintah Kota Kendari. Bahkan 3 hari setelah kejadian kami melapor minta solusi, tidak ada," kata Herman.

Herman juga menegaskan para penyewa hanya meminta solusi untuk keamanan barang-barang produksi yang ada di pergudangan. 

Apalagi mereka juga menyewa gudang-gudang tersebut untuk menyimpan hasil bumi yang mereka jual. 

Baca juga: Detik-detik Rumah Salah Satu Warga di Kelurahan Benuanirae Kendari Dilalap Si Jago Merah

"Kita tidak minta apa-apa, setidaknya barang kami aman dan tidak rugi banyak. Rata-rata yang menyewa ini 2 pintu, satu pintu itu Rp7 juta perbulan."

"Andaikan Rp14 juta itu dikembalikan dan masih ada lahan kosong Agribisnis itukan bisa dipakai untuk keamanan barang-barang kita," jelasnya. 

Sebab, menurutnya dengan kondisi atap rusak tersebut, pihaknya sedikit mengalami kendala selama proses produksi. 

Termasuk ketika terjadi hujan, maka barang hasil bumi tersebut akan rusak dan mengakibatkan kerugian hingga berkali lipat. 

Hasil bumi tersebut diantaranya buah cokelat, merica, cengkeh, pala, kopra atau daging buah kelapa yang dikeringkan hungga jambu mete, kemiri, pinang. 

Baca juga: Burhanis dan Tie Saranani Gugat KPU Sulawesi Tenggara ke Bawaslu Soal Pencalonan DPD RI Pemilu 2024

Menanggapi keluhan masyarakat Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari Sahabuddin mengatakan kondisi ini juga harus ditindaklanjuti oleh OPD terkait damai hal ini Dinas Pertanian Kota Kendari

"Kita inginkan OPD terkait untuk mengambil langkah cepat. Masyarakat disini sudah mengeluarkan uang untuk sewa, mau tidak mau masyarakat merasakan dirugikan karena telah melakukan pembayaran," tegasnya. 

Ia meminta Dinas Pertanian Kota Kendari segera melakukan progres pengerjaan mulai Senin pekan depan. 

"Alhamdulillah sekarang lagi cerah, bagaimana kalau hujan, ini yang harus diantisipasi makanya kita buat rekomendasi melalui OPD terkait akan dilakukan renovasi secepatnya menggunakan dana BPBD bantuan tak terduga," jelasnya. 

Ia juga meminta masyarakat setempat untuk melakukan pengawasan dan pemberitahuan kepada DPRD terkait progres pengerjaannya, sebab pihaknya tidak bisa secara terus menerus melakukan pengawasan ke lapangan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Sahuriyanto Meronda mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti permintaan warga dan DPRD Kota Kendari untuk memulai progres perbaikan pada Senin mendatang. 

Baca juga: 3 Dari 10 Proyek Strategis Nasional di Sulawesi Tenggara: Industri Kendari, Kolaka, Konawe Utara

Ia menjelaskan terkait permintaan DPRD untuk segera dieksekusi pada pekan depan, akan dimulai dengan penyusunan administrasi, rencana anggaran biaya atau RAB, ongkos tunjangan dan sebagainya. 

"3 minggu lalu anggota saya langsung laporan, saya lagi di luar kota. Setelah itu saya foto dan laporan ke pimpinan untuk segera diantisipasi," kata Sahuriyanto. 

"Arahan Sekda disuruh bersabar sambil dibuatkan tahapan. Sebenarnya di tahun 2024, karena kalau dianggarakan untuk 2023 kan sudah selesai pembahasannya," imbuhnya. 

"Alhamdulillah hari ini ada angin segar melalui rekomendasi Komisi II DPRD Kota Kendari untuk menggunakan dana talangan. Itupun juga tetap akan dilaporkan ke pimpinan," tutupnya. 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved