Penyebab Jokowi Larang Jual Rokok Ketengan Tahun 2023, Ada Kaitannya dengan Penelitian Tahun 2021?

Penyebab Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melarang penjualan rokok batangan mulai tahun 2023. Ada kaitannya dengan penelitian tahun 2021.

Editor: Risno Mawandili
Pixabay
Penyebab Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melarang penjualan rokok batangan mulai tahun 2023. Ada kaitannya dengan penelitian tahun 2021. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melarang penjualan rokok batangan mulai tahun 2023.

Larangan penjualan rokok ketengan mulai tahun depan ini tertuang dalam rencana merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012, tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

Tak dijelaskan penyebab pemerintah Jokowi ingin melarang penjualan rokok eceran per batang tersebut.

Namun melansir Kompas.com, Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) Universitas Indonesia pernah menyampaikan usul agar pemerintah melarang penjualan rokok secara ketengan alias batangan.

Usulan ini lantas disampaikan kepada pemerintah pada tahun 2021.

Larangan bertujuan untuk menekan tingkat prevalensi perokok aktif di Indonesia.

Berdasarkan hasil kajian PKJS UI, intensitas merokok tidak berkurang selama pandemi.

Bahkan intensitas tak berkurang di kalangan keluarga berpendapatan rendah yang terdampak Covid-19.

Baca juga: Pendaftar Calon PPS Pemilu 2024 di Konawe Utara Padati Kantor KPU Konut Sulawesi Tenggara

Baca juga: Omzet Pedagang Petasan di Kendari Sulawesi Tenggara Naik Drastis Jelang Tahun Baru 2023

Alih-alih mengurangi intensitas, laki-laki dewasa malah beralih ke rokok dengan harga yang lebih murah.

Fakta ini merupakan hasil penelitian PKJS UI. Mereka menemukan bahwa 50,8 persen responden melakukan hal tersebut.

Memang pemerintah belum menjelaskan alasan merevisi kebijakaannya.

Namun itu seolah-olah merespon hasil penelitian, pemerintah berencana untuk menekan konsumsi rokok.

Mereka akan merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

Selain melarang penjualan rokok batangan, pemerintah juga merevisi 4 kebijakan lainnya tentang pemasaran rokok.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved