Berita Baubau

95 Turis Mancanegara Jajal Destinasi Wisata di Baubau, Lihat Desa Tenun hingga Benteng Keraton Buton

Menikmati pariwisata di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), 95 turis wisatawan mancanegara mengunjungi Pasar Tradisional Wameo, Desa Tenun Sulaa.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Desi Triana Aswan
Istimewa
95 turis tiba di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Provinsi Sultra, menumpangi Kapal Pesiar MS Coral Geographer, Minggu (18/12/2022) sekira pukul 06.30 Wita. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,BAUBAU- Menikmati pariwisata di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), 95 turis mancanegara mengunjungi Pasar Tradisional Wameo, Desa Tenun Sulaa, dan Benteng Keraton Buton.

Mereka tiba di Pelabuhan Murhum Baubau, Provinsi Sultra, menumpangi Kapal Pesiar MS Coral Geographer, Minggu (18/12/2022) sekira pukul 06.30 Wita.

Setibanya di pelabuhan, turis asal Australia, New Zealand, Prancis, dan beberapa dari negara lainnya itu, langsung menumpangi dua bis menuju Pasar Tradisional Wameo.

Mereka melihat-lihat aktivitas pedagang di pasar, juga membeli beberapa barang untuk cenderamata.

Baca juga: Suasana Pantai Toronipa di Konawe Sulawesi Tenggara Saat Akhir Pekan, Ramai Wisatawan dari Kendari

Sekira 2 jam keliling pasar, mereka langsung bertolak di Dasa Tenun Sulaa. Puluhan turis ini tiba sekira pikul 10.00 Wita.

Mereka menghabiskan waktu satu jam untuk melihat-lihat aktivitas penenun. Tentu saja menanyakan motof hingga ide dari suatu karya.

Puas berinteraksi di Desa Tenun Sulaa, turus-turis ini langsung bertolak di Benteng Keraton Buton.

Ada sejumlah tarian yang menyambut mereka sebelum menelusuri situs bersejarah.

Sejumlah turis melihat aktivitas menenun sarung khas Lejja yang dilakukan ibu-ibu di Desa Tenun Sulaa, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Minggu (18/12/2022). Sebelumnya para turis ini tiba di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Provinsi Sultra, menumpangi Kapal Pesiar MS Coral Geographer, Minggu (18/12/2022) sekira pukul 06.30 Wita.
Sejumlah turis melihat aktivitas menenun sarung khas Lejja yang dilakukan ibu-ibu di Desa Tenun Sulaa, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Minggu (18/12/2022). Sebelumnya para turis ini tiba di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Provinsi Sultra, menumpangi Kapal Pesiar MS Coral Geographer, Minggu (18/12/2022) sekira pukul 06.30 Wita. (Istimewa)

Sekira dua jam wisatawan mancanegara ini berkeling benteng. Menambah pengetahuan hingga menikamati keindahan kota dari ketinggian.

"Total ada 95 orang dalam rombongan, termasuk 81 wisatawan. Mereka berasal dari Wales, Amerika Serikat, UK (United Kingdom), Australia, New Zealand, Prancis," ujar seorang pemandu wiasa, Jhosua Oushwel.

Mereka berencana mengunjungi tiga wilayah di Provinsi Sultra, yakni Kota Baubau, Kabupaten Wakatobi, dan kemungkinan Pulau Bokori di Kabupaten Konawe Utara.

Khusus Kota Baubau, Joshua menjelaskan, ada 3 destinasi yang dijual.

"Ada 3 spot yang kami jual, pertama melihat aktivitas pagi harinya masyarakat di Pasar Tradisional Wameo, lalu melihat kerajinan tangan di Desa Tenun Sulaa, juga jalan-jalan di benteng," bebernya.

Baca juga: Pabrik Nikel Segera Dibangun di Buton Utara, PT ATN Indonesia Mineral Bakal Serap 1.000 Tenaga Kerja

Turis-turis ini merupakan rombongan ekspedisi Coral Ekspeditions. Mereka mengunjungi wilayah timur, tengah, dan barat Indonesia.
Secara luas, program ini disebut Secies Ailens. Mereka ingin melihat penyebaran spesies di Indonesia.

Untuk tahun ini, ada program khusus spesial Pulau Sulawesi.
Joshua menambahkan, ini merupakan program tahunan. Akan ada lagi turis yang mengunjungi wilayah Sulawesi Tenggara tahun depan.

"Itu boarding pass Makassar, ada Baubau dan Wakatobi, Takabone Rate, terus naik ke Tanah Toraja," tuturnya menjelaskan.(*)

(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved