Berita Kendari

Mahalnya Harga Tiket Transportasi Udara Picu Inflasi di Kendari Sulawesi Tenggara

Inflasi di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan, di mana penyebab utamanya karena mahalnya harga tiket transportasi udara.

TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani
Penjabat Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inflasi di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan, di mana penyebab utamanya karena mahalnya harga tiket transportasi udara.

Tingginya harga tiket transportasi udara disebabkan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk mendekati perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Untuk menangani hal tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan Pemkot Kendari telah menyurat ke maskapai penerbangan agar mampu menyesuaikan harga tiket saat ini.

Asmawa Tosepu mengakui saat ini sektor transportasi khususnya angkutan udara menjadi kendala dalam menekan angka inflasi.

"Jadi sektor yang berkontribusi adalah sektor angkutan udara, kita ingin memberikan subsidi ke penumpang pesawat agak susah, tetapi kita sudah berupaya berkoordinasi dengan seluruh maskapai yang masuk di Kota Kendari," ujar Asmawa, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Inflasi Kota Kendari Terendah di Sulawesi Tenggara, Pj Wali Kota Upayakan Tekan Kenaikan Harga

Sementara itu, dari sektor lainnya seperti sandang maupun pangan masih bisa terkendali dan tidak begitu menpengaruhi angka inflasi.

Karena Pemkot Kendari melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) saat ini terus melakukan monitoring terhadap harga komoditi di pasaran maupun distributor.

Termasuk menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Pemkot Kendari bakal giatkan lagi melakukan operasi pasar dan menggelar pasar murah bahkan sampai tingkat kelurahan.

Untuk menekan angka inflasi ini, Pemkot Kendari juga melakukan koordinasi antar daerah di Sultra guna melakukan kerja sama.

Ia menandatangani kerja sama perdagangan antar daerah dalam rangka pengendalian inflasi bersama 16 kabupaten dan kota di Sultra.

Baca juga: Sulawesi Tenggara dan Kota Kendari Terima Insentif Rp10 Miliar Usai Berhasil Tekan Laju Inflasi

Kegiatan penandatanganan tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi TPID se-Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (6/12/2022).

"Kita selalu melakukan langkah-langkah monitoring pasar, pasar murah sampai ke tingkat kelurahan, termasuk berkoordinasi dengan kabupaten dan kota di sekitar untuk melakukan kerja sama,” jelasnnya.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari sekaligus Ketua TPID Kota Kendari Susanti mengatakan kenaikan laju inflasi terjadi setiap minggunya.

"Inflasinya kita ini bulan lalu 0,27 dan sekarang dia naik lagi 0,3. Iya, pemicunya itu di antaranya transportasi umum dan transportasi udara," katanya, Jumat (2/12/2022).

Sehingga ia mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membedah atau mencari cara dalam menanggulangi permasalahan transportasi tersebut. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved