Indonesia Development Forum 2022, Mempercepat Perkembangan Industri Digital di Tanah Air

Wahyu Wijayanto mengatakan terdapat rencana induk pengembangan industri digital Indonesia 2023-2045.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
Tangkapan Layar YouTube Bappenas
Indonesia Development Forum 2022 digelar belum lama ini di Bali oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Sesi diskusi yang bertajuk Mempercepat Perkembangan Industri Digital di Indonesia menghadirkan Koordinator Ekonomi Kreatif Direktorat Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN/Bappenas, Wahyu Wijayanto, Head of Digital Vertikal Ecosystem-Health PT Telkom Indonesia Persero Tbk, Joddy Hernady, dan CEO BIGBOX, Muhammad Sigit Pramudya. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Indonesia Development Forum 2022 digelar belum lama ini di Bali oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Sesi diskusi yang bertajuk Mempercepat Perkembangan Industri Digital di Indonesia menghadirkan Koordinator Ekonomi Kreatif Direktorat Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN/Bappenas, Wahyu Wijayanto.

Kemudian, Head of Digital Vertikal Ecosystem-Health PT Telkom Indonesia Persero Tbk, Joddy Hernady, dan CEO BIGBOX, Muhammad Sigit Pramudya.

Wahyu Wijayanto mengatakan terdapat rencana induk pengembangan industri digital Indonesia 2023-2045.

Di mana, rencana induk tersebut merupakan hasil kolaborasi PPN/Bappenas dengan PT Telkom Indonesia yang melibatkan kontributor dari sekitar 20 Kementerian/Lembaga.

Baca juga: Bappenas: Eskpor Ferronikel di Kolaka dan Konawe Utara Dorong Laju Ekonomi Sultra Tahun 2022

"Penyelesaian dokumen ini bukan akhir dari tahapan penyusunannya. Tentunya, nanti tahun depan kita akan menindaklanjuti dengan penyusunan rancangan peraturan Presiden tentang rencana induk industri digital ini," kata Wahyu.

Latar belakangnya rencana induk ini, kata dia, adalah Indonesia ke depan bercita-cita menjadi negara maju dan memperoleh pendapatan tinggi.

Transformasi digital industri atau digitalisasi, lanjutnya, menjadi dua komponen yang sangat penting dalam rangka transformasi ekonomi Indonesia ke depan.

"Jadi proses transformasi digital saat ini yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir yang sangat masif ini membuka pasar untuk produk industri digital dalam negeri," ujarnya.

Ia menuturkan pemerintah berharap pangsa pasar yang terbuka tadi sebesar-besarnya dapat dinikmati pelaku industri digital di dalam negeri.

Baca juga: Bappenas Sebut Kualitas Pendidikan, Kesehatan, dan Jaring Pengaman Sosial di Sultra Masih Rendah

Namun, Wahyu Wijayanto mengungkapkan saat ini masih terdapat kendala atau tantangan yang dihadapi.

Di antaranya, struktur industri digital dalam negeri sekarang masih didominasi oleh pelaku industri asing dan juga sisi infrastruktur masih banyak yang perlu diselesaikan.

Kemudian di samping itu juga penguatan sisi rantai pasok masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

"Namun, tentunya kita juga bisa melihat pertumbuhan taraf kita cukup bagus dan juga dari sisi layanan telekomunikasi pemain domestik industri masih cukup besar," ujarnya.

"Sehingga ini menjadi salah satu kekuatan kita untuk bergerak ke depan dengan pengembangan industri digital ini," tambahnya.

Baca juga: Pemkot Tingkatkan Kelas Pasar Tani di Kendari, Pertama di Sulawesi Tenggara Pakai Pembayaran Digital

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved