Musrenbang Sulawesi

Bappenas: Eskpor Ferronikel di Kolaka dan Konawe Utara Dorong Laju Ekonomi Sultra Tahun 2022

Hal itu diungkap Dirketur Regional II Muhammmad Roudo Bappenas saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)  Regional Sulawesi.

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Fadli Aksar
(Muh Ridwan Kadir/TribunnewsSultra.com)
Suasana Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Regional Sulawesi di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi laju ekonomi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2022.

Hal itu diungkap Dirketur Regional II Muhammmad Roudo Bappenas saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)  Regional Sulawesi.

Musrenbang berlangsung di Hotel Claro, Jl Edi Sabara, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (19/4/2021).

"Pertumbuhan ekonomi sultra 2022 mengandalkan potensi ekspor yang didorong oleh kebijakan investasi pertambangan feronikel di Kolaka dan Konawe Utara serta potensi peningkatan produk pertanian," kata Roudo.

Baca juga: Pemprov Sulawesi Selatan Paparkan 5 Program Prioritas Tahun 2022 saat Musrembang Regional di Kendari

Baca juga: Angka Kemiskinan di Sulawesi Tenggara Tak Capai Rata-rata Nasional, Bersama 3 Provinsi Ini

Bappenas telah mengidentifikasi keserasian fokus pembangunan daerah antar wilayah di Sulawesi pada 2022 nanti.

"Kami secara optimis telah menganggarkan ada 6 usulan Provinsi Sultra yg memiliki peluang besar untuk terakomodir di RKP dalam tahun 2022," kata Roudo.

Namun ia juga mengatakan harapan Bappenas dalam target perencanaan tersebut agar setiap daerah dapat berkontribusi bekerja dengan baik.

"Proyek usulan ini tidak dapat terjadi optimal tanpa ada dukungan Sultra dan provinsi lain di Sulawesi maka dari itu diharapkan setiap daerah dapat memberikan kejelasan lokasi dan target penerima manfaat dari proyek yang telah dianggarkan," ujarnya.

7 Program Prioritas

Kementerian PPN/Bappenas menyebut banyak permasalahan di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Masalah tersebut antara lain rendahnya kualitas pendidikan, kesehatan dan jaring pengaman sosial.

"Masih rendahnya kualitas pendidikan, kesehatan serta daya saing koperasi dan UMKM, serta belum optimalnya sistem jaring pengaman sosial," kata Muhammad Roudo.

Masalah tersebut masuk dalam 7 proyek fokus perencanaan dan pendanaan di Sultra dalam rencana pembangunan 2022.

Masalah lain yang akan dientaskan adalah hilirisasi industri dan insfraktukur terutama penunjang insfraktuktur pembangunan dan pangan, kemudian peningkatan pendidikan vokasi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved