PLN UPDK Kendari

18 Guru Ngaji di Kolaka dan Kendari Diapresiasi PLN UPDK, Diberi Bantuan Menunjang Aktivitas Dakwah

PT PLN UPDK mengapresiasi 18 guru ngaji di Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
PT PLN UPDK mengapresiasi 18 guru ngaji di Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal ini dilakukan PLN UPDK Kendari dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional atau HGN 2022 yang jatuh pada 25 November 2022. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - PT PLN UPDK mengapresiasi 18 guru ngaji di Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal ini dilakukan PLN UPDK Kendari dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional atau HGN 2022 yang jatuh pada 25 November 2022.

Wujud apresiasi tersebut berupa bantuan tunai yang diberikan kepada belasan guru ngaji di Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra.

Nominal bantuan yang diberikan berbeda antara satu guru dengan guru lainnya, di mana terbesar Rp2 juta per orang, karena melihat perannya dalam masyarakat.

Manager PLN UPDK Kendari, Muhammad Rusli Sain mengatakan bantuan ini merupakan program dari Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN UPDK Kendari.

Baca juga: Rumah Edukasi Konservasi Kima di Toli-Toli Konawe Sulawesi Tenggara Diresmikan PLN UPDK Kendari

"Di mana, program tersebut mengangkat tema Senyum Guru Mengaji di Hari Guru," ujarnya, Selasa (29/11/2022).

"Jadi memang syaratnya dapat bantuan itu seperti ada dokumentasi kegiatan, ada keterangan lisan dari masyarakat bahwa guru ngaji berkontribusi di tempat pengajian sekitar," tambahnya.

Kemudian, guru ngaji yang mobile, artinya tidak menetap pada satu tempat, tugasnya mendatangi rumah murid.

Sehingga dengan bantuan kali ini menyasar para guru ngaji yang memiliki perjuangan dalam bidang dakwah untuk mengatasi buta baca Al-Qur'an.

Muhammad Rusli Sain berharap bantuan ini mampu membantu para guru ngaji dalam operasional serta melaksanakan tugas mulianya di lingkungan masyarakat.

Baca juga: 35 Siswa SDN 88 Kendari Antusias Ikut Lomba Menulis Cerita yang Digelar PIKK PLN UPDK

"Bantuan ini memang untuk keperluan guru ngaji itu sendiri, karena misalnya seperti RT 01/RW 01 Kelurahan Lalodati, jadi ada guru ngaji di sana tiap malam mendatangi satu-satu muridnya," tuturnya.

Hal tersebut menjadi sangat penting, karena beberapa masyarakat yang belum terjangkau dengan ilmu Al-Qur'an. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved