Berita Sulawesi Tenggara

Warga Laute Keluhkan Banjir Kian Parah Imbas Pembangunan Jalan Menuju Rujab Gubernur Sultra

Kawasan Jalan Laute, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Lorong ADB terdampak pembangunan jalan menuju Rujab Gubernur Sultra.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kawasan Jalan Laute, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Lorong ADB terdampak pembangunan jalan menuju Rujab Gubernur Sultra. Pasalnya, Lorong ADB menjadi salah satu kawasan rawan banjir, sehingga dampak pembangunan sangat dirasakan warga wilayah tersebut. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kawasan Jalan Laute, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Lorong ADB terdampak pembangunan jalan menuju Rujab Gubernur Sultra.

Pasalnya, Lorong ADB menjadi salah satu kawasan rawan banjir, sehingga dampak pembangunan sangat dirasakan warga wilayah tersebut.

Berdasarkan keterangan warga, Pemprov Sultra seakan menutup telinga tak mau mendengarkan keluhan dari warga.

Sebelumnya, tak ada koordinasi, pembangunan tersebut malah menyalahi kesepakatan antara pemerintah dan warga sekitar.

Seorang warga di Jalan Laute, Lorong ADB, Suparno (50) mengatakan beberapa warga hanya mengeluhkan banjir.

Baca juga: Pemkot Kendari Tebang Pohon di Jalan Made Sabara, Kerap Dikeluhkan Warga Gegara Rawan Tumbang

"Sejak adanya jalan ini tiap hujan pasti banjir, paling rendah sekitar 30 cm sampai 1 meter," ungkapnya, Jumat (4/11/2022).

Kata dia, banjir tersebut kian parah disebabkan aliran air semuanya mengalir ke kali samping Lorong ADB.

Ia mengatakan pembangunan jalan depan Rujab Gubernur Sultra tersebut sebelumnya tidak pernah berkoordinasi dengan warga sekitar kawasan.

"Jadi pembangunan jalan ini mengambil sedikit lahan warga, tetapi tidak ada pembahasan bahkan ganti rugi juga tidak," tuturnya.

Lebih lanjut, dari sisi model pembangunan, sebelumnya jalan depan Rujab Gubernur Sultra tersebut bukan mengadopsi konsep seperti desain saat ini.

Baca juga: Pohon Tumbang di Jalan Poros Baubau Dievakuasi Warga dan Bhabinkamtibmas, Lalu Lintas Kembali Lancar

Namun, desain Jalan Taman Suropati disamakan dengan Jalan Balai Kota (belakang Rujab Gubernur Sultra) dengan konsep sebagian jalur ada yang tinggi dan rendah.

"Jadi memang sebelumnya bukan begini modelnya, tapi disamakan dengan jalan yang disebelahnya, tetapi setelah naik pondasi, ternyata tinggi sekali," tuturnya.

Ketika ditanyakan atau dikonfirmasi, pengawasnya tidak memberikan respons, malah bungkam dan menghindar.

Seorang warga lainnya yakni Wahyu (25) pun merasakan dampak dari pembangunan jalan tersebut.

Katanya, dulu sebelum pembangunan jalan ini, jika hujan tidak terlalu berdampak pada ketinggian volume air.

Baca juga: POTRET Jalan Inner Ringroad Kota Kendari, Segera Rampung Bakal Diresmikan Desember 2022

"Hanya saja kalau sekarang ini, hujan sebentar saja pasti banjir di kawasan ini, padahal dulu tidak," pungkasnya.

Sebagai informasi, dikutip dari website LPSE Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sultra, pengerjaan jalan ini menelan dana APBD 2022 sebesar Rp11,7 miliar.

Selain itu, tender pengerjaan dan pengadaan dilakukan oleh CV Royal Indo Gratia dengan masa pengerjaan 150 hari kalender. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved