Liga 1

Aremania Bakal Turun ke Jalan Jika 7 Hari Tak Ada Tersangka, Muhammad Rafli Dihantui Rasa Bersalah

Pendukung Arema FC yakni Aremania memberikan ancaman akan turun ke jalan jika lamban menangani kasus ini, terjadi di dalam laga Arema FC vs Persebaya

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
TAMPAK gas air mata yang ditembakan oleh polisi membumbung di udara di dalam Stadion Kanjuruhan yang disesaki oleh penggemar Arema FC. Saat tragedi kanjuruhan di Liga 1 Indonesia terjadi, polisi dinilai gagal paham jalankan SOP saat Amankan Arema vs Persebaya. 

Pemain Arema FC, Muhammad Rafli dihantui rasa bersalah setelah tragedi Arema Vs Persebaya di Kanjuruhan.

"Di saat semua memperdebatkan siapa yang salah, ada pemain diam-diam merasa bersalah. " Tulis Laras Carissa dalam instagram pribadinya 

Para pemain Arema FC terngiang-ngiang dengan kekalahan dan berandai jika laga itu berhasil dimenangkan, mungkin tak akan ada korban jiwa yang berjatuhan. 

Baca juga: Ini 3 Pelanggaran Berat saat Tragedi Arema FC Vs Persebaya, Salah Satunya Main Larut Malam

"kalau saja kemarin kami menang, pasti hal ini tidak terjadi dan tidak akan ada korban jiwa,"

"Pernyataan yang terus terulang di otak kami. Ada para pemain yang tidak bisa tidur, tidak nafsu makan, terus terusan menangis dan tidak bisa beraktivitas karena perasaan bersalah yang menghantui."

"Menyaksikan puluhan hingga ratusan korban jiwa bergelatakan di Stadion pasti sangat traumatis, beberapa dari kamipun ikut bantu evakuasi, tetapi rasa bersalah dari kami tidak berhenti membumbui pikiran hingga perasaan hancur lebur. 

"Tidak ada yang mengharapkan kekalahan namun lagi dan lagi, tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia."

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga korban tenang di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan." tulis Laras Carissa. (*)

 

 

Sumber: Surya
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved