Liga 1

Aremania Bakal Turun ke Jalan Jika 7 Hari Tak Ada Tersangka, Muhammad Rafli Dihantui Rasa Bersalah

Pendukung Arema FC yakni Aremania memberikan ancaman akan turun ke jalan jika lamban menangani kasus ini, terjadi di dalam laga Arema FC vs Persebaya

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
TAMPAK gas air mata yang ditembakan oleh polisi membumbung di udara di dalam Stadion Kanjuruhan yang disesaki oleh penggemar Arema FC. Saat tragedi kanjuruhan di Liga 1 Indonesia terjadi, polisi dinilai gagal paham jalankan SOP saat Amankan Arema vs Persebaya. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Pendukung Arema FC yakni Aremania memberikan ancaman akan turun ke jalan jika lamban menangani kasus ini.

Pihak Aremania memberikan jangka waktu selama 7 hari ke pemerintah dan kepolisian jika tidak ada tersangka pasca kerusuhan Kanjuruhan, Sabtu(1/10/2022).

Hal ini disampaikan Aremania, wujud sikap, agar kasus kericuhan yang terjadi di dalam laga Arema FC vs Persebaya dapat diusut tuntas.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan di Liga 1 Indonesia, Polisi Gagal Paham SOP Saat Amankan Arema vs Persebaya?

Seperti diketahui laga derbi Jawa Timur itu, menyebabkan 125 orang meninggal dunia.

Selain itu ratusan orang turut mengalami luka-luka.

"Jika tidak ada yang jadi tersangka, atau tidak ada yang bertanggungjawab, kami akan turun ke jalan. Malang Raya membiru," ucap Ade Herawanto, seorang Aremania, Senin (3/10/2022). Dilansir dari Suryamalang.com.

Banyaknya korban tewas saat tragedi tersebut merupakan duka mendalam yang dialami oleh arek-arek Malang.

Baca juga: FIFA Bakal Datang ke Indonesia Imbas Kerusuhan di Kanjuruhan, PSSI Was-was Soal Sanksi Berat

Ade bersama dengan Aremania lainnya yang mengatasnamakan Aremania Menggugat akan melakukan somasi secara terbuka, Selasa (4/10/2022) besok.

Somasi ini akan menyasar Panpel pertandingan di laga Arema vs Persebaya, Kepolisian, PSSI dan PT LIB.

"Besok kami lakukan somasi bersama dengan teman-teman dari bantuan hukum Arema Menggugat. Somasi ini kami lakukan secara terbuka," ujarnya.

Di sisi lain, sosok Ambon Fanda termasuk Aremania menyayangkan hal ini.

Sebab hingga kini belum ada pihak-pihak yang mau bertanggungjawab atas insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan.

Sehingga ia menekankan segera turun ke jalan, untuk menyampaikan aksi protes Aremania atas tragedi yang telah merenggut ratusan korban jiwa.

"Kami memberikan batas waktu tujuh hari. Kalau selama batas waktu itu tidak ada yang mau bertanggungjawab. Kami turun," tegasnya. 

Muhammad Rafli juga dihantui rasa bersalah

M Rafli nyaris menambah gol Arema saat melawan Persib Bandung
M Rafli nyaris menambah gol Arema saat melawan Persib Bandung ()
Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved