Rusuh Arema vs Persebaya
Panitia 'Ngeyel' Tak Patuhi Saran Aparat di Laga Arema FC Vs Persebaya, Mahfud: Dilaksanakan Sore
Kerusuhan ini menewaskan 130 orang usai pertandingan Arema FC Vs Persebaya, terjadi di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Kemudian menyebabkan kerusuhan para penonton berdesak-desakkan berebut keluar dari stadion.
Rezqi yang membagikan kisah lewat medsos tak menampik awalnya ada sejumlah oknum suporter yang anarkis seusai pertandingan berakhir dengan kekalahan Arema.
Ia bercerita selain mengkritik para pemain, oknum Aremania ada juga yang melempar beragam benda ke arah lapangan.
Baca juga: 10 Tragedi Sepakbola Paling Mematikan, Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Terbanyak Kedua Korban Meninggal
Setelah para pemain masuk ke ruang ganti, Rezqi menyebut para suporter justru semakin rusuh.
"Aparat juga melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para suporter, yang menurut saya perlakuannya sangat kejam dan sadis."
"Dipentung (dipukul) dengan tongkat panjang, 1 suporter dikeroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya," ungkap Rezqi.
Menurut Rezqi, tembakan gas air mata tersebut menyebabkan kepanikan di antara penonton.
"Banyak ibu-ibu, wanita-wanita, orang tua dan anak-anak kecil yang terlihat sesak gak berdaya, gak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion," ucapnya. (*)