Rusuh Arema vs Persebaya

Panitia 'Ngeyel' Tak Patuhi Saran Aparat di Laga Arema FC Vs Persebaya, Mahfud: Dilaksanakan Sore

Kerusuhan ini menewaskan 130 orang usai pertandingan Arema FC Vs Persebaya, terjadi di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Panitia Dianggap 'Ngeyel' Tak Patuhi Saran Aparat soal Laga Arema FC Vs Persebaya, Mahfud: Dilaksanakan Sore 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Menko Polhukam Mahfud MD ikut bersuara soal tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Dilaporkan kerusuhan ini menewaskan 130 orang usai pertandingan Arema FC Vs Persebaya, terjadi di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).

Mahfud MD mmenyebut sebelum pertandingan aparat keamanan telah melakukan koordinasi terkait teknis pelaksanaan pertandingan di Stadion Kanjuruhan.

Mahfud MD menyampaikan, awalnya disarankan dari aparat untuk pelaksanaan teknis pertandingan. Namun diabaikan pihak panitia pelaksana.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, Gas Air Mata Diduga Pemicu Jatuhnya Korban Jiwa, Polisi Sayangkan Sikap Suporter

Penjelasan ini disampaikan Mahfud di unggahan akun media sosial Instagramnya.

"Sejak sebelum pertandingan pihak aparat sdh mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan," tulis Mahfud di Instagram @mohmahfudmd

"Pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan kapasitas stadion yakni 38.000 orang."

Namun dalam unggahannya itu pihak panitia dituding abai dengan saran pihak kemananan.

"Usul-usul itu tidak dilakukan Panitia Pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan ticket yang dicetak jumlahnya 42.000," katanya.

Ia menjelaskan, tidak ada bentrok antar suporter dalam pertandingan di Kanjuruhan.

Baca juga: Kronologi Kerusuhan Liga 1 Arema FC Vs Persebaya, 127 Tewas hingga Gas Air Mata Petugas Tuai Protes

Pada saat pertandingan hanya ada Aremania yang menonton langsung di Kanjuruhan.

Korban meninggal dunia dan luka-luka disebabkan desak-desakkan, saling himpit, terinjak-injak hingga sesak napas.

Saksi Kerusuhan Kanjuruhan

Jumlah korban jiwa kini mencapai 153 orang per Minggu (2/10/2022). Menurut Rezqi Wahyu seorang penonton yang menyaksikan pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

Dilansir dari Tribunnews, Rezqi mengaku melihat langsung bagaimana tembakan gas air mata mengenai ibu-ibu hingga anak-anak.

Kemudian menyebabkan kerusuhan para penonton berdesak-desakkan berebut keluar dari stadion.

Rezqi yang membagikan kisah lewat medsos tak menampik awalnya ada sejumlah oknum suporter yang anarkis seusai pertandingan berakhir dengan kekalahan Arema.

Ia bercerita selain mengkritik para pemain, oknum Aremania ada juga yang melempar beragam benda ke arah lapangan.

Baca juga: 10 Tragedi Sepakbola Paling Mematikan, Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Terbanyak Kedua Korban Meninggal

Setelah para pemain masuk ke ruang ganti, Rezqi menyebut para suporter justru semakin rusuh.

"Aparat juga melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para suporter, yang menurut saya perlakuannya sangat kejam dan sadis."

"Dipentung (dipukul) dengan tongkat panjang, 1 suporter dikeroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya," ungkap Rezqi.

Menurut Rezqi, tembakan gas air mata tersebut menyebabkan kepanikan di antara penonton.

"Banyak ibu-ibu, wanita-wanita, orang tua dan anak-anak kecil yang terlihat sesak gak berdaya, gak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion," ucapnya. (*)

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved