Rusuh Arema vs Persebaya
Benarkah Indonesia Disanksi, Reaksi FIFA hingga Sinyal AFC ke PSSI Usai Tragedi Arema vs Persebaya?
Benarkah Indonesia disanksi, simak reaksi FIFA hingga sinyal AFC ke PSSI usai tragedi laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Aqsa
Induk organisasi sepak bola internasional (FIFA) sebelumnya sudah memberikan pernyataan resmi atas tragedi laga Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang.
Atas tragedi usai laga Arema vs Persebaya, Presiden FIFA Gianni Infantino pun menyampaikan pernyataan resminya.
“Dunia sepak bola sedang shock menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan,” tulis keterangan resmi tersebut dikutip TribunnewsSultra.com dari laman fifa.com.
Diapun menyampaikan ungkapan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan teman-teman korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
“Ini adalah hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi di luar pemahaman. Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini,” katanya.

“Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global, semua pikiran dan doa kami bersama para korban, mereka yang telah menjadi korban terluka, bersama rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia, pada saat yang sulit ini,” jelasnya menambahkan.
Berharap Tak Disanksi FIFA
Buntut dari tragedi usai laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, PSSI resmi menghentikan Liga 1 2022 selama sepekan ke depan.
Penghentian sementara tersebut sambil menunggu hasil investigasi yang dikepalai oleh Ketua Umum Mochamad Iriawan.
“Tadi, dini hari PT LIB dan kita diskusi, Ketum telah memutuskan untuk menghentikan liga selama satu pekan kedepan,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Sekjen Yunus Nusi di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Minggu (2/10/2022).
Baca juga: ‘Tidak ada Sepakbola Seharga Nyawa’ Pilu Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana atau Juragan 99
“Tentu akan kita lihat perkembangannya, bila harus dihentikan dan ditambah waktu penghentian, kita akan melihat situasi di hari-hari yang akan datang,” jelasnya menambahkan.
Lebih lanjut, Yunus Nusi membenarkan bahwa kejadian ini juga tak luput dari perhatian negara-negara lainnya.
Bahkan beberapa federasi sepakbola negara lain menanyai hal ini kepadanya.
“Tentu juga media internasional dan FIFA, AFC dan termasuk beberapa federasi yang sudah menghubungi saya tadi malam sampai sekarang, baik mengucapkan bela sungkawa atau menanyakan kejadian tersebut,” ujarnya.
“Bahwa kejadian tersebut merupakan kejadian yang sangat luar biasa, 100 lebih korban, hampir seperti kejadian yang di Peru dan Ghana,” kata Yunus Nusi menambahkan.
Baca juga: 10 Tragedi Sepakbola Paling Mematikan, Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Terbanyak Kedua Korban Meninggal