Berita Kendari

Kondisi Terkini Wisata Alam Tracking Mangrove Bungkutoko Kendari, Tidak Terawat Sepi Pengunjung

Tracking Mangrove Bungkutoko di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memprihatinkan dan tak terurus. Dulunya sering sambangi warga lokal.

TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani
Tracking Mangrove Bungkutoko Kendari tak terawat lagi padahal dulu sering dikunjungi warga lokal sebagai destinasi wisata 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kondisi terkini wisata alam Tracking Mangrove Bungkutoko di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memprihatinkan.

Pantauan TribunnewsSultra.com, Minggu (11/9/2022) wisata alam yang berada di kawasan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari ini tidak terawat.

Kawasan hutan bakau ini berada di tanah seluas 1,5 hektare.

Wisatawan disughkan pemandangan indah hutan Mangrove dapat mengelilingi hutan itu dengan melalui jalur tracking yang didekorasi warna warni.

Baca juga: Wisata Mangrove di Sulawesi Tenggara, Hutan Mangrove Bungkutoko hingga Hutan Mangrove Desa Totobo

Selain menikmati udara sejuk, wisatawan juga dapat melihat sekelompok bangau putih. Beberapa fasilitas juga diberikan mulai dari gazebo, toilet, pos jaga hingga menara pantau.

Namun, wisata alam yang diresmikan pada 28 Januari 2016 lalu itu, kini tidak terawat, pasalnya banyak tumbuhan liar mulai menutupi jalan masuk menuju area wisata bahkan menutupi tulisan Tracking Mangrove Bungkutoko tersebut.

Hutan Mangrove Bungkutoko Kendari
Hutan Mangrove Bungkutoko Kendari (Celebes)

Lahan parkir sudah dipenuhi semak-semak, lapak para pedagang makanan ringan dan minuman yang dulu selalu menyambut para pengunjung, kini telah rata dengan tanah, tak tersisa satu bangunan pun.

Pintu masuk ke tracking juga tidak terkunci, beberapa papan kayu jalur tracking serta tiang juga terlihat koyak, lapuk dan reot.

Meski masih ada beberapa gazebo yang berdiri kokoh, namun pengaman trackingnya atau pegangan pembatasnya sudah banyak yang roboh. Jalurnya pun ada yang miring.

Baca juga: GM Rumah Makan Kampung Bakau Tepis Pesan Berantai Menyebut Belasan Karyawannya Positif Covid-19

Sebelumnya, kawasan tersebut ramai dikunjungi warga karena selain sebagai wisata alam, kawasan ini juga berfungsi sebagai area penelitian, ekowisata dan juga pendidikan

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved