Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Kendari

Stok Vaksin Covid-19 di Dinas Kesehatan Kendari Menipis, Sinovac dan Moderna Kosong

Ketersediaan stok vaksin Covid-19 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menipis.

Tayang:
zoom-inlihat foto Stok Vaksin Covid-19 di Dinas Kesehatan Kendari Menipis, Sinovac dan Moderna Kosong
TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Gerai Vaksin Covid-19 di Dinas Kesehatan Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ketersediaan stok vaksin Covid-19 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menipis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari Ellfi Syarifuddin, mengatakan bahkan ada stok vaksin yang benar-benar kosong sejak Senin (5/9/2022).

Kata dia, stok vaksin yang masih tersedia saat ini di Dinkes Kota Kendari hanyalah vaksin jenis Pfizer sebanyak 618 dosis, sedangka Sinovac dan Moderna kosong.

"Baru beberapa hari ini, sejak Senin kemarin kami kekosongan stok vaksin jenis Sinovac," ujarnya, Kamis (8/9/2022).

Untuk itu, pihaknya juga sudah mengajukan permintaan stok vaksin lagi ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Kenali Gejala DBD Agar Tak Terlambat Mendapatkan Penanganan dan Pengobatan di Puskesmas

Namun kekosongan atau menipisnya stok vaksin ini juga dirasakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sultra yang berdampak ke kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Tenggara.

"Kita juga sudah ajukan permintaan lagi ke Dinas Kesehatan Provinsi Sultra untuk bisa mengadakan kembali," ujarnya.

Kekosongan vaksin itu diduga karena banyak masyarakat yang masih berpatokan dengan jenis vaksin pertama yang digunakan harus sama dengan vaksin dosis kedua dan seterusnya.

Padahal, Ellfi menegaskan berdasarkan surat edaran Dirjen P2P Kementerian Kesehatan, masyarakat bisa menggunakan jenis vaksin yang berbeda dari jenis vaksin dosis pertama.

"Bagi masyarakat yang beranggapan selama ini vaksin 1 dan 2 Moderna lantas hanya mau divaksin booster dengan Moderna juga," ujarnya.

Baca juga: Kasus DBD Bertambah Satu Orang, Dinkes Kendari Catat 184 Warga Terjangkit hingga Agustus 2022

"Kini sudah ada edaran dari Dirjen P2P Kemenkes bahwa yang vaksin 1 dan 2  moderna, maka vaksin booster itu bisa menggunakan Pfizer," tambahnya.

Untuk itu, Ellfi mengajak seluruh elemen masyarakat agar mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat guna mendapat vaksinasi agar dapat membentuk ketahanan tubuh dari serangan Covid-19.

"Target kita untuk semua kategori itu pasti diharapkan bisa capai 100 persen. Nah kita juga tetap berupaya bagaimana mensosialisasikan dan mengedukasi ke seluruh lapisan masyarakat," jelasnya.

Sementara data capaian vaksinasi anak dosis pertama di Kota Kendari, Dinkes mencatat sudah mencapai 52,44 persen atau 19.587 anak.

Kemudain untuk dosis kedua, tercatat sebanyak 26,86 persen atau 10.033 orang anak, lansia, vaksin dosis pertama sudah mencapai 56,94 persen atau 9.702 orang.

Baca juga: Kecamatan Puuwatu Kendari Tertinggi Kasus DBD Ada 32 kasus, Total Kematian Mencapai 4 Orang

Selanjutnya, dosis kedua sebesar 46,04 persen atau 7.845 orang sedangkan untuk booster sebesar 17,71 persen atau 3.018 orang. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved