Berita Konawe

Warga Desa Sawapudo Konawe Belajar Mengolah Daun Tawandokulo Sebagai Teh, Bisa Cegah Hepatitis

Dosen PoltekKes Kemenkes Kendari ajarkan masyarakat Desa Sawapudo di Konawe, Sulawesi Tenggara manfaatkan daun Tawandokulo sebagai teh

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
PoltekKes Kemenkes Kendari ajarkan masyarakat Desa Sawapudo di Konawe manfaatkan daun Tawandokulo sebagai teh. Diketahui, Desa Sawapudo berada di Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dosen PoltekKes Kemenkes Kendari ajarkan masyarakat Desa Sawapudo di Konawe manfaatkan daun Tawandokulo sebagai teh.

Diketahui, Desa Sawapudo berada di Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dosen PoltekKes Kendari, Anita Rosanty mengatakan manfaat Teh Tawandokulo ini selain sebagai penambah daya tahan tubuh juga sebagai penangkal Penyakit Hepatitis.

Baca juga: Poltekkes Kendari Sultra Beberkan Bahaya Anemia Bagi Remaja dan Cara Mencegahnya di SMAN 1 Soropia

"Memperbaiki daya tahan tubuh yang salah satu manfaatnya adalah sebagai hepa potekrof yaitu untuk melindungi fungsi hati," katanya pada Minggu (28/8/2022).

Anita Rosanty menerangkan Tawandokulo sendiri merupakan tumbuhan berbahasa Tolaki dari nama latin Kleinhovia hospita.

Kata dia, tumbuhan ini sangat mudah ditemukan sebab tumbuh liar di pekarangan dan muda di dapatkan.

"Tumbuh liar, dan tumbuhan ini telah banyak beredar dijual di pasaran sebagai sayur," ungkap Dosen PoltekKes Kendari itu.

Ia menerangkan, untuk cara pembuatannya sendiri cukup mudah dan tidak membutuhkan biaya mahal.

Baca juga: Sosok Nurul Zeika Wahdaniya Wisudawati Terbaik Poltekkes Kendari, Raih IPK Tertinggi

"Pertama daunnya dicuci bersih, kemudian dikeringkan, dicacah hingga sekecil mungkin bila berpu digiling untuk mendapatkan serbuk yang halus kemudian di oven atau sederhananya di jemur di terik matahari pun bisa," ujarnya.

Anita Rosanty pun berharap adanya pelatihan ini dapat dimanfaatkan dan dirasakan masyarakat dengan baik.

"Selain itu kami sebagai tim pengabdian masyarakat terus berbenah, menambah, memperbaiki teh yang dihasilkan hari ini karena masih sangat sederhana dan original karena pengelolaannya pun masih sederhana," ucapnya.

"Misal tingkat ketahanan, anti bakterinya hingga varian rasanya pun bisa kami kembangkan kembali," tambahnya.

Ibu Desa, Yece mengungkapkan sangat mengapresiasi dan penuh terimakasih dengan wawasan baru sehingga harapan kedepannya pelatihan ini juga dapat memberikan peluang penambah ekonomi masyarakat.

"Rasanya manis diawal nanti lama-lama akan pahit walaupun tidak pekat. Nikmat sih kalau dicampur madu mungkin apalagi aromanya juga khas," tutur Irna salah seorang warga. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved